Meneroka Peluang Pencabutan Sanksi AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i94546-meneroka_peluang_pencabutan_sanksi_as_terhadap_iran
Ibu kota Austria, Wina, menjadi tuan rumah pertemuan rutin Komisi bersama JCPOA yang berlangsung kemarin, hari Selasa (6/4/2021).
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Apr 07, 2021 10:38 Asia/Jakarta

Ibu kota Austria, Wina, menjadi tuan rumah pertemuan rutin Komisi bersama JCPOA yang berlangsung kemarin, hari Selasa (6/4/2021).

Sebelum pertemuan ini, berlangsung pertemuan ke-18 Komisi Bersama JCPOA yang dihadiri delegasi Iran dan kelompok 4 + 1 pada Jumat lalu, dan para peserta memutuskan untuk mengikuti kelanjutan pertemuan ini secara langsung di Wina.

Setelah pertemuan virtual Komisi bersama JCPOA, diumumkan bahwa delegasi AS juga akan berada di Wina pada hari Selasa. AS dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan dengan anggota JCPOA  selain Iran.

Menanggapi masalah ini, Saeed Khatibzadeh, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pertemuan Komisi Bersama JCPOA hari Selasa tidak berbeda dengan pertemuan komisi sebelumnya. ia menjelaskan,"Jalurnya jelas. Kami hanya memiliki satu langkah, yaitu mencabut semua sanksi AS, dan sebagai gantinya, Iran siap menghentikan tindakan kompensasinya,".

Khatibzadeh juga mengomentari klaim Wall Street Journal bahwa dua kesepakatan telah dicapai di Wina dengan mengungkapkan, "Di mana dan bagaimana pembicaraan antara kelompok 4 + 1 dengan Amerika Serikat, masalah ini berhubungan dengan mereka sendiri,".

Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi yang memimpin tim Iran pada pertemuan Wina dalam sebuah pernyataan mengatakan, "Hanya anggota JCPOA saat ini yang hadir pada pertemuan hari Selasa di Wina, dan  Amerika Serikat tidak akan hadir pada pertemuan yang dihadiri oleh Iran. Mereka tidak akan hadir pada pertemuan Komisi Bersama JCPOA, dan ini pasti,".

 

 

 

Menanggapi masalah ini, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menekankan bahwa Moskow menghormati keputusan pihak Iran. Ia mengungkapkan, "Selama tidak ada keputusan lain dibuat oleh Tehran, maka kami akan mengerjakan proses dialog tidak langsung, sehingga semua pihak, termasuk Amerika Serikat menyetujuinya,".

Posisi Iran di JCPOA jelas dan sejalan dengan haknya dalam perjanjian ini. Republik Islam Iran akan memulai upayanya untuk kembali menjalankan komitmen penuhnya di JCPOA setelah semua sanksi AS dicabut. Oleh karena itu, Amerika Serikat tidak punya pilihan selain mencabut sanksi terhadap Iran dengan cara yang bisa diverifikasi oleh Tehran. Penangguhan sekitar 1.500 sanksi yang berada dalam kendali Departemen Keuangan AS terhadap Iran merupakan langkah besar yang harus diambil oleh Washington.

Joeseph Cirincione, anggota Dewan Hubungan Luar Negeri AS, menilai bahwa pada tahap ini, apa pun yang terjadi di Wina hanya dapat dianggap sebagai langkah penting dan positif jika menghilangkan kecurigaan dan kesalahpahaman untuk mengatasi hambatan dan memperkuat itikad politik bersama. Jika tidak, hampir tidak mungkin kembali ke JCPOA.

Bagaimanapun, kemauan politik sebagai penggerak di balik proses menghidupkan kembali JCPOA, dan mengatasi kesulitan teknis maupun nonteknis yang tergantung pada keseriusan pihak lawan. Namun, mengingat pengalaman sebelumnya dan suasana ketidakpercayaan yang disebabkan oleh pelanggaran terang-terangan terhadap JCPOA, tampaknya sulit mencapai konsensus. Oleh karena itu, masih harus dilihat apakah pertemuan kemarin di Wina akan membuka jalan bagi  rencana aksi cepat AS untuk mencabut semua sanksinya terhadap Iran, ataukah tidak.(PH)