Des 02, 2023 17:04 Asia/Jakarta
  • operasi Badai Al Aqsa, perlawanan Palestina
    operasi Badai Al Aqsa, perlawanan Palestina

Pejabat keamanan Rezim Zionis, mengatakan para pejabat Hamas, setelah mengungkap metode penyusupan pasukan Israel, saling berkirim detail operasi Badai Al Aqsa, di antara mereka tanpa terdeteksi dinas intelijen Israel.

Dikutip Jerusalem Post, Jumat (1/12/2023) seorang pejabat keamanan Israel, menuturkan, Hamas, sebelum melancarkan operasi tanggal 7 Oktober, menipu Israel, mentah-mentah.
 
"Beberapa sumber keamanan Israel, memprediksi pejabat tinggi Hamas, termasuk Mohammed Deif, Komandan Brigade Al Qassam, dan Yahya Sinwar, Ketua Biro Politik Hamas di Gaza, mengetahui pengawasan ketat intelijen Israel, dan memanfaatkan metode-metode rahasia untuk bertukar pesan di antara mereka," imbuhnya.
 
JP menambahkan, "Sumber-sumber keamanan percaya bahwa Mohammed Deif, dan Yahya Sinwar, meski berada di bawah pengawasan ketat intelijen Israel, tetap bisa bertukar pesan di antara mereka."
 
Hasil sejumlah evaluasi menunjukkan bahwa Hamas, melakukan "persiapan akurat" sebelum melancarkan operasi penyusupan pada 7 Oktober, sampai-sampai disebut "tipu muslihat tingkat tinggi" oleh seorang pejabat senior keamanan Israel.
 
Terkait taktik pejabat Hamas, untuk bertukar pesan, pejabat Israel ini mengatakan, "Kemungkinan mereka memperhatikan detail, agenda-agenda rahasia, dan perasaan umum untuk berdialog langsung atau melalui metode-metode lain."
 
"Jika kita memperhatikan apa yang telah berlalu, kita akan memahami bahwa dinas intelijen Israel, tidak menyadari hal ini, dan tidak mempertimbangkan apa pun. Karena jika mereka sadar, pasti akan menyiapkan sistem pengganti untuk mencegah ketegangan dengan Gaza, dan tidak akan mengosongkan perbatasan di hari libur, dan akan memberikan balasan mendasar darat serta udara ke Hamas," pungkasnya. (HS)

Tags