Agenda Utama KTT ASEAN ke-35 di Thailand
https://parstoday.ir/id/news/other-i75318-agenda_utama_ktt_asean_ke_35_di_thailand
KTT ASEAN ke-31 secara resmi dimulai tanggal 2 dan berakhir 4 November di Bangkok, ibu kota Thailand.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Nov 04, 2019 18:10 Asia/Jakarta
  • KTT ASEAN ke-35 di Thailand
    KTT ASEAN ke-35 di Thailand

KTT ASEAN ke-31 secara resmi dimulai tanggal 2 dan berakhir 4 November di Bangkok, ibu kota Thailand.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, yang negaranya memegang jabatan ketua bergilir ASEAN dalam pidato sambutannya menyampaikan sejumlah masalah terpenting di tingkat regional dan global, di antara upaya  memperluas hubungan perdagangan anggota ASEAN  dengan blok ekonomi besar.

Salah satu agenda penting lain dari pertemuan yang berlangsung sejak 2 hingga 4 November 2019 ini mengenai  "peningkatan peran mata uang domestik dalam transaksi keuangan antarnegara kawasan".

Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei, Singapura, Myanmar, Kamboja, Laos, Filipina, dan Vietnam adalah anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

KTT ASEAN berlangsung di saat perang dagang yang disulut AS terhadap beberapa negara, termasuk Cina sebagai salah satu mitra utamanya, telah mengganggu hubungan perdagangan global. Oleh karena itu pertemuan Thailand ini diharapkan dapat menghasilkan mekanisme untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut.

Meskipun lembaga-lembaga keuangan dan ekonomi internasional, termasuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah memperingatkan dampak negatif dari perang dagang yang sulut AS terhadap siklus perdagangan internasional. tapi masalahnya Presiden AS Donald Trump bersikap untuk terus melanjutkan kebijakannya demi mendominasi perekonomian global.

 

Bendera negara-negara ASEAN

 

KTT ASEAN kali ini tidak dihadiri Presiden AS Trump untuk kedua kalinya. Meskipun bukan anggota ASEAN, tapi AS masuk dalam jajaran negara penting yang ikut serta dalam pertemuan tingkat tinggi itu. 

Presiden AS Donald Trumptidak menghadiri KTT para pemimpin ASEAN di Bangkok karena kesibukannya mempersiapkan kampanye pemilihan umum dan masalah pemakzulan yang membayanginya. Untuk menebus ketidak hadirannya dalam pertemuan di Bangkok Trump mengundang para pemimpin negara anggota ASEAN mengunjungi AS.

Penasihat Keamanan Nasional Donald Trump, Robert O'Brien mewakili Trump dalam pertemuan Bangkok dan membacakan undangan resmi Presiden AS kepada para pemimpin ASEAN. 

Dalam keadaan dibayangi bahaya perang dagang dan kebijakan tarif AS seperti saat ini, berbagai institusi ekonomi regional secara natural cenderung melakukan internalisasi di tingkat regional. Itulah sebabnya bagian dari agenda KTT ASEAN ke-35 di Thailand didasarkan pada eksplorasi peningkatan kapasitas mata uang domestik dalam transaksi di tingkat regional sehingga mereka dapat meredam pengaruhdominasi mata uang internasional, terutama dolar, yang saat ini menjadi alat  bagi AS untuk negara lain.

Malaysia adalah salah satu negara anggota utama ASEAN, yang mendukung gagasan pembentukan mata uang bersama. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menawarkan untuk menciptakan mata uang bersama antara negara-negara anggota ASEAN pada beberapa bulan yang lalu. Hal ini bisa mengarah pada penolakan mereka terhadap dominasi dolar AS di tingkat global.

Dengan alasan inilah Perdana Menteri Malaysia bahkan menentang partisipasi AS dalam ASEAN, karena ia percaya bahwa Washinhton tidak memperlakukan negara-negara lain secara adil dan berusaha untuk memaksakan unilateralismenya.

Kebijakan destruktif Trump mengenai unilateralisme dalam kerja sama ekonomi dengan negara-negara lain selama ini terbukti mengganggu perdagangan dunia. Masalah ini memunculkan reaksi dari berbagai kalangan termasuk memunculkan lebih banyak insentif untuk memperkuat lembaga-lembaga regional tanpa keterlibatan Washington, terutama pembebasan dominasi dolar terhadap negara-negara di dunia, termasuk Asia Tenggara. Tampaknya, fenomena ini akan memicu menjamurnya multilateralisme yang mengakibatkan Gedung Putih terisolasi di berbagai arena internasional.(PH)