Dinamika Asia Tenggara 14 November 2020
Transformasi di Asia Tenggara selama sepekan terakhir diramaikan oleh berbagai isu penting seperti, pelaksanaan KTT ke-37 ASEAN yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual, dan Malaysia menolak klaim Filipina terkait kepemilikan Sabah.
Isu hangat lainnya dari wilayah Asia Tenggara mengenai keputusan Filipina memperpanjang pakta militer dengan AS, dan terakhir tentang kemenangan partai Aung San Suu Kyi dalam pemilu Myanmar.
Pidato Presiden Jokowi di KTT ASEAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020. KTT membahas penanganan Covid-19 dan antisipasi dampaknya.
Seperti dilansir dari Medcom.id, Vietnam bertindak selaku tuan rumah. KTT ASEAN dihadiri 10 kepala negara/pemerintahan ASEAN dan delapan kepala negara/pemerintahan negara mitra ASEAN.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Jokowi berpendapat, sangat normal di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia, masing-masing ingin menarik ASEAN untuk berpihak.
Seperti dilansir dari Detiknews, Jokowi menuturkan ASEAN harus solid, menjaga keseimbangan, terus menyampaikan pesan untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan, terus menyampaikan pesan pentingnya para mitra untuk menghormati Treaty of Amity and Cooperation, dan terus menyampaikan pesan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.
"Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerja sama inklusif, ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas tersebut dan ASEAN akan dapat memainkan peran sentralnya dalam pengembangan kerja sama kawasan. Tentunya hal ini bukan merupakan hal mudah. Tapi saya yakin, dengan soliditas dan komitmen kuat, kita akan dapat menjalankannya," ujar Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.
Jokowi juga menyambut baik akan dikeluarkannya ASEAN Declaration on an ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework. Pengaturan ASEAN Travel Corridor tersebut sebelumnya telah diusulkan Jokowi pada KTT ke-36 ASEAN pada 26 Juni 2020.
Untuk mewujudkan implementasi TCA tersebut, Jokowi mendorong agar Dewan Koordinasi ASEAN dan Badan Sektoral ASEAN segera bergerak cepat dan efisien.
Malaysia Tak Kompromi Soal Klaim Filipina terhadap Sabah
Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan berkompromi terhadap apa saja terkait isu tuntutan Filipina terhadap Negara Bagian Sabah yang sudah menjadi bagian dari Malaysia.
"Pada 27 Agustus dan 7 September saya telah memberikan penjelasan konsisten terhadap isu ini yang amat terkait sekali dengan kepentingan utama negara kita, Malaysia," ujar Wakil Menlu Malaysia, Dato' Kamarudin Jaffar menjawab pertanyaan anggota parlemen di Kuala Lumpur, Kamis (12/11/2020).
Selain itu, ujar dia, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengeluarkan pernyataan bahwa Malaysia akan mempertahankan Sabah hingga ke tetesan darah yang terakhir.
"Untuk informasi anggota dewan sejak perkara ini dibahas pada musyawarah kedua masih tidak ada perubahan terhadap perkara ini," katanya seperti dilansir kantor berita Antara.
Pemerintah Malaysia telah lama menegaskan pendirian mengenai isu tuntutan Sabah secara jelas dan konsisten. "Malaysia tidak akan sekali-kali dan melayani atau mengakui semua bentuk tuntutan oleh pihak asing atas negeri Sabah. Isu tuntutan atas Sabah oleh Filipina bukan saja tidak berdasar malah tidak relevan," katanya.
Dia mengatakan Sabah adalah sebuah negeri dalam Persekutuan Malaysia berdasarkan keputusan Komite Cobbold pada 1962 dimana rakyat Sabah telah melaksanakan hak menentukan sendiri (self-determination) status negeri mereka untuk berada di dalam Persekutuan Malaysia.
Pada 14 September 1963, ujar dia, Sekjen PBB melaporkan kepada Majelis Umum PBB bahwa rakyat Sabah memilih untuk menyertai Malaysia dan pada 16 September 1963 Sabah dengan resmi telah menyertai Persekutuan Malaysia.
Filipina Perpanjang Pakta Militer dengan AS
Menteri Luar Negeri Filipina memperpanjang kesepakatan militer dengan Amerika yang mengijinkan pasukan AS ditempatkan di negara ini secara legal. Seperti dilansir AFP, Teodoro Locsin pada hari Rabu (11/11/2020) dalam pesannya kepada Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brein, mengatakan keputusan Filipina membuka peluang untuk mencapai sebuah kesepakatan lebih baik dan berkesinambungan bagi kedua pihak.
Keputusan Menlu Filipina dirilis setelah Presiden Rodrigo Duterte mengucapkan selamat atas kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS dan berbicara mengenai kesepiapan kerja sama dengan pemerintah baru Washington.
Duterte sejak terpilih sebagai presiden pada tahun 2016 telah menjauh dari AS dengan memilih kedekatan hubungan dengan Cina khususnya di bidang ekonomi. Namun, dia menghadapi dorongan kembali dari publik Filipina dan keprihatinan di kalangan militer yang waspada terhadap ambisi Beijing di Laut Cina Selatan.
"Karena masalah keamanan di bagian Laut Cina Selatan, kami berkesimpulan akan lebih bijaksana bagi kami untuk menunda pelaksanaan penghentian Visiting Forces Agreement (VFA),” kata Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez.
Kemenangan Partai Aung San Suu Kyi dalam Pemilu Myanmar
Partai pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi memenangkan kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan selanjutnya. Kemenangan berdasarkan hasil pemilihan umum resmi diumumkan hari ini, Jumat, 13 November 2020.
Seperti dikutip dari laman Medcom.id, hasil terbaru dari pemungutan suara pada Minggu kemarin mengkonfirmasi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah mengamankan 322 kursi di badan legislatif bikameral (parlemen dua kamar) yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.
NLD telah mengambil 346 dari 412 kursi yang diumumkan. Sementara hasil 64 kursi lainnya belum diumumkan. Kemenangan ini menjadi dorongan bagi Suu Kyi untuk berjuang memenuhi harapan publik yang tinggi. Di periode pertamanya, ia menghadapi berbagai gejolak, salah satunya mengenai situasi di Rakhine State. (RM)