Transformasi Asia Barat, 19 Desember 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i88399-transformasi_asia_barat_19_desember_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: rezim Zionis Israel melarang pengiriman kebutuhan medis ke Jalur Gaza, dan kilang minyak Israel di pelabuhan Haifa terbakar.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 19, 2020 11:16 Asia/Jakarta
  • Kota Quds, Palestina.
    Kota Quds, Palestina.

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: rezim Zionis Israel melarang pengiriman kebutuhan medis ke Jalur Gaza, dan kilang minyak Israel di pelabuhan Haifa terbakar.

Selain itu, ribuan warga Hasakah memprotes kejahatan Turki di Suriah, dan parlemen Irak mendesak pemerintah melaksanakan resolusi pengusiran pasukan AS, dan terakhir pejabat Bahrain menyulut masalah baru dengan Qatar.

Israel Larang Pengiriman Kebutuhan Medis ke Gaza

Rezim Zionis mencegah masuknya obat-obatan dan peralatan medis untuk pengobatan pasien kanker ke Jalur Gaza, Palestina. Seperti dikutip Tasnimnews, Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan pada Kamis (17/12/2020) malam, menyatakan sedikitnya 1.500 perempuan Palestina penderita kanker payudara terancam meninggal dunia karena Israel mencegah pasokan obat-obatan untuk perawatan mereka.

"Masalah pengobatan warga Palestina menjadi rumit dan penyebaran virus Corona adalah bukan satu-satunya persoalan yang mereka hadapi," tambahnya.

Statemen tersebut menekankan bahwa obat untuk pasien kanker di Gaza benar-benar telah habis dan proses pengobatan tidak lagi berjalan setelah 14 tahun blokade dan sanksi. Para pasien juga tidak diizinkan terbang ke luar negeri untuk pengobatan.

Kementerian Kesehatan Palestina juga menyebut situasi kemanusiaan di Gaza sebagai tragedi dan meminta komunitas internasional untuk bertindak memenuhi obat-obatan pasien Gaza. PBB sebelum ini mengumumkan bahwa Jalur Gaza sedang menghadapi tragedi kemanusiaan dan wilayah tersebut tidak layak lagi dihuni.

Israel memblokade Jalur Gaza sejak tahun 2006 setelah Gerakan Hamas memenangkan pemilu parlemen Palestina. Rezim Zionis melarang pengiriman kebutuhan pokok termasuk bahan bakar, makanan, obat-obatan, dan material bangunan ke Gaza.

Penanganan penyebaran wabah Corona di Jalur Gaza.

Kilang Minyak Israel di Pelabuhan Haifa Terbakar

Media-media rezim Zionis Israel menayangkan video kebakaran "minimal" di sebuah kilang minyak Israel, di pelabuhan Haifa. Fars News (18/12/2020) melaporkan, surat kabar Israel, Jerusalem Post mengutip Dinas Lingkungan Hidup Israel, Jumat (18/12) mengabarkan, akibat kerusakan teknis yang tidak normal, dua jilatan api besar muncul, dan membakar salah satu kilang minyak Israel pada Jumat malam.

Dinas Lingkungan Hidup Israel mengklaim kebakaran di kilang minyak Haifa disebabkan oleh jatuhnya mesin kompresor di salah satu fasilitas produksi bensin.

Stasiun televisi Israel, KAN 11 menayangkan insiden terbakarnya kilang minyak Israel itu, dan mengabarkan bahwa api melahap komplek kilang minyak pelabuhan Haifa. Menurut KAN 11, banyaknya kebocoran di fasilitas gas Teluk Haifa, menyebabkan kebakaran di komplek kilang minyak ini. Namun menurut TV Israel itu, kebakaran sudah bisa dikendalikan.

Ribuan Warga Hasakah Protes Kejahatan Turki di Suriah

Ribuan penduduk Provinsi al-Hasakah di timur laut Suriah pada hari Kamis (17/12/2020) berunjuk rasa untuk memprotes kejahatan Turki yang terus berlanjut di Suriah dan juga sikap diam komunitas internasional.

Seperti dilansir kantor berita resmi Suriah (SANA), para peserta aksi menyatakan penentangan keras mereka terhadap pendudukan militer Turki. Mereka mengatakan bahwa dengan memutus pasokan air ke kota al-Hasakah, Turki ingin melaksanakan rencana jahatnya di wilayah tersebut yang membuat satu juta penduduk al-Hasakah dan sekitarnya menderita.

Warga al-Hasakah menegaskan bahwa kejahatan Turki di Suriah tidak terbatas pada seringnya pemutusan pasokan air kepada penduduk setempat, tetapi rezim pendudukan juga melecehkan orang-orang Suriah dengan cara apapun untuk memaksa mereka meninggalkan rumah dan desanya, dan kemudian menempatkan tentara bayaran Turki di daerah itu.

”Sungguh mengejutkan bahwa komunitas internasional memilih diam dalam menghadapi rezim pendudukan Turki dan para teroris bayarannya, yang melakukan kejahatan paling keji di daerah Ras al-Ain, Tel Abyad, Afrin, dan wilayah lain,” kata para demonstran dalam sebuah pernyataan.

Aksi protes warga al-Hasakah terhadap kejahatan Turki di Suriah.

Parlemen Irak Desak Implementasi Pengusiran Pasukan AS

Perwakilan koalisi Al-Fatah di parlemen Irak menyerukan tindak lanjut pengusiran pasukan Amerika dari negaranya. Situs Al-Ahed hari Kamis (17/12/2020) melaporkan, Mukhtar Al-Musawi, Wakil Koalisi Fatah di parlemen Irak menegaskan masalah pengusiran pasukan Amerika dari Irak yang tidak pernah bisa dilupakan.

Sebelumnya, Al-Musawi juga mengumumkan bahwa masalah kehadiran pasukan AS di Irak akan dibahas oleh Komite Urusan Luar Negeri parlemen Irak untuk menentukan alasan tidak ditariknya pasukan tersebut dari negaranya, meski ada resolusi parlemen yang mengharuskan pemerintah untuk menjalankannya.

Sejauh ini, banyak anggota parlemen Irak yang mengkritik sikap pemerintah Baghdad mengenai penarikan pasukan AS dari Irak yang mengabaikan ketetapan parlemen negara ini.

Parlemen Irak menyetujui rancangan undang-undang mengenai penarikan pasukan AS pada 5 Januari, dan sekitar satu juta warga Irak melakukan protes pada akhir Januari 2020 yang menyerukan penarikan pasukan AS dari negaranya.

Pejabat Bahrain Sulut Masalah Baru dengan Qatar

Penasihat Raja Bahrain menuduh Qatar merancang konspirasi terhadap warga negaranya. Khalid bin Ahmad Al Khalifa, penasihat politik Raja Bahrain di akun Twitter-nya pada Kamis malam menulis bahwa krisis Qatar memiliki banyak alasan dan aspek yang terkait dengan tetangganya, dan yang terburuk menargetkan pelaut dan nelayan Bahrain di dalam perbatasan perairan kedua negara.

Mantan menteri luar negeri Bahrain menegaskan bahwa yang sangat penting bagi Manama adalah melindungi nyawa dan harta benda warga Bahrain.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Rabu, parlemen Bahrain mengkritik tindakan lanjutan kapal Penjaga Pantai Qatar yang diklaim melanggar hak-hak nelayan dan pelaut Bahrain serta penahanan mereka, dan menyerukan pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk [Persia] supaya menekan Doha. 

Surat kabar Kuwait Al-Rai baru-baru ini mengutip sumber diplomatik senior yang mengatakan bahwa Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir akan berdamai dengan Qatar pada pertemuan puncak Dewan Kerjasama Teluk [Persia] mendatang.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017, dan menutup perbatasan darat, laut dan udara mereka bagi Doha. (RM)