Transformasi Asia Barat, 2 Januari 2021
-
Sayid Hassan Nasrullah.
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya: pujian Jihad Islam Palestina terhadap perjuangan Syahid Qasem Soleimani, dan krisis politik di Israel terus memanas.
Selain itu, kelompok perlawanan di Irak menyerang konvoi pasukan pendudukan AS, Arab Saudi mengerahkan pasukan ke Aden untuk mengamankan kabinet Mansour Hadi, dan pidato sekjen Hizbullah Lebanon tentang Syahid Soleimani.
Jihad Islam Palestina Puji Perjuangan Syahid Soleimani
Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, mengatakan kekuatan Gaza hari ini merupakan hasil dari upaya besar Komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani. Ziyad al-Nakhalah, seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen, Jumat (1/1/2021), memuji peran syahid Soleimani dalam membantu perlawanan Palestina.
"Latihan terbaru yang digelar di Gaza membuktikan bahwa perlawanan dan rakyat Palestina kini lebih kuat dari sebelumnya. Kelompok perlawanan dan Brigade al-Quds mencapai kemajuan besar dalam mengembangkan berbagai jenis senjata dan rudal," ujarnya.
Al-Nakhalah mengkritik sikap kompromi sebagian penguasa Arab dengan rezim Zionis, dan menegaskan negara-negara itu membuktikan bahwa mereka tidak pernah bersama Palestina dan masih belum mengenal watak asli musuh Zionis.
"Kelompok perlawanan Palestina telah mempersiapkan dirinya untuk setiap kemungkinan perang, karena kawasan dalam situasi kritis akibat intervensi AS dan tindakan agresif Israel," tegasnya.
Sebanyak 12 kelompok perlawanan Palestina untuk pertama kalinya menggelar manuver gabungan pada 30 Desember 2020 di Jalur Gaza.
Penduduk Jalur Gaza juga mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani yang telah membantu perjuangan mereka dalam melawan penjajahan rezim Zionis. Dalam wawancara dengan Press TV baru-baru ini, warga Gaza mengatakan Syahid Soleimani telah mengorbankan hidupnya demi Palestina dan al-Quds.
Pecah Kongsi, Partai Pimpinan Gantz Terancam Bubar
Media berbahasa Ibrani melaporkan krisis politik yang menimpa Partai Kahol Lavan atau Biru Putih dengan keluarnya sejumlah orang berpengaruh di tubuh partai rival utama kubu Netanyahu ini. Media Zionis hari Jumat (1/1/2021) mengumumkan bahwa salah seorang tokoh utama Partai Biru Putih, Ram Shefa, mengumumkan pengunduran dirinya.
Tidak hanya itu, Izhar Shay, yang menjabat sebagai Menteri Sains dan Teknologi rezim Zionis juga mengumumkan keluar dari partai yang dipimpin Benny Gantz. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rezim Zionis Gabi Ashkenazi dan lima anggota partai Kahol Lavan menyatakan keluar.
Partai Biru-Putih menjadi saingan utama partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Partai yang dipimpin Benny Gantz ini menjadi partai terbesar kedua di Knesset dengan 33 kursi dalam pemilu baru-baru ini, dan masuk kabinet, tapi mengalami masalah internal sehingga hanya tersisa 15 kursi saja.
Kelompok Perlawanan Irak Serang Konvoi Pasukan AS
Konvoi pasukan teroris Amerika Serikat dilaporkan kembali diserang di Irak pada Kamis (31/12/2020) malam. Seperti dilaporkan situs Saberin, konvoi pasukan teroris AS menjadi sasaran tiga bom pinggir jalan di Provinsi Salahuddin, Irak Utara. Api melalap beberapa kendaraan militer AS setelah konvoi mereka diserang.
Kelompok perlawanan Irak, Ashab al-Kahf mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ini adalah serangan ketiga terhadap konvoi pasukan teroris Amerika di Irak pada hari Kamis. Pada hari Rabu (30/12/2020), tiga konvoi pasukan AS juga menjadi sasaran bom pinggir jalan di berbagai provinsi Irak.
Konvoi dan pangkalan pasukan AS di Irak berulang kali diserang dalam beberapa bulan terakhir. Mayoritas warga dan kelompok-kelompok Irak mendesak penarikan pasukan teroris Amerika dari negara itu, dan parlemen Irak telah menyetujui sebuah resolusi tentang penarikan pasukan AS.
Sebelum ini, sumber keamanan Irak menyatakan bahwa sebuah kelompok teroris merencanakan serangan roket ke Zona Hijau Baghdad pada malam pergantian Tahun Baru. Sebuah tersebut pada hari Senin (28/12/2020) mengatakan pasukan keamanan mendeteksi pemindahan roket dari salah satu daerah di timur Baghdad untuk dipakai dalam serangan ke Zona Hijau pada malam Tahun Baru.
Saudi Kirim Pasukan ke Aden untuk Amankan Kabinet Hadi
Konvoi kendaraan lapis baja Arab Saudi dilaporkan tiba di kota Aden, Yaman Selatan untuk melindungi markas pemerintahan ilegal Mansour Hadi. Seperti dilaporkan televisi Aljazeera, Selasa (29/12/2020), sumber-sumber lokal mengatakan kendaraan lapis baja dan militer Saudi dikirim ke Aden karena satuan khusus pengamanan Istana Masheeq menghadapi masalah setelah pasukan Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA), menolak meninggalkan tempat itu.
Kabinet baru Hadi yang tidak sah, dilantik di Riyadh pada Sabtu lalu dan ia kemudian menyerukan penarikan penuh pasukan Dewan Transisi Selatan dari kota Aden. Dia juga berencana melakukan pertemuan pertama kabinetnya di kota tersebut.
Sementara itu, salah seorang pejabat pemerintah terguling Yaman pimpinan Mansour Hadi, menuding milisi separatis afiliasi Uni Emirat Arab bertanggung jawab atas serangan rudal ke Bandara Aden. Muhammad Qizan, Rabu (30/12/2020) dalam wawancara dengan televisi Aljazeera mengatakan, pasukan Dewan Transisi Selatan bertanggung jawab atas serangan rudal ke Bandara Aden yang menewaskan serta melukai sejumlah banyak orang.
Sejumlah ledakan hebat di bandara Aden, Rabu (30/12/2020) sore yang terjadi bersamaan dengan tibanya rombongan kabinet Mansour Hadi yang baru saja dilantik di Riyadh, sampai saat ini diperkirakan menewaskan 25 orang, dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Sekjen Hizbullah: Saya Siap Bertaruh Nyawa untuk Syahid Soleimani
Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, Komandan Pasukan Quds, IRGC, Letjend Syahid Qasem Soleimani selalu berada di garda terdepan pertempuran. Menurutnya, Jenderal Soleimani adalah murid madrasah Imam Khomeini, dan ia banyak membantu Lebanon dalam Perang 33 hari.
Fars News (30/12/2020) melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah dalam wawancara dengan Press TV, memperingati setahun gugurnya Jenderal Soleimani menuturkan, saya sudah mengenal Syahid Soleimani sekitar 20 tahun lalu, ia adalah orang yang selalu menemui kawan-kawan seperjuangannya dan mendengar mereka, ia selalu hadir di medan tempur.
Sayid Hassan Nasrullah menjelaskan, salah satu nikmat Ilahi dalam hidup saya adalah mengenal Syahid Soleimani, dan bisa bersahabat dengannya. Kapanpun saya siap bertaruh nyawa untuk Syahid Soleimani. (RM)