Posisi Biden terhadap Perang Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/other-i90918-posisi_biden_terhadap_perang_saudi_di_yaman
Amerika Serikat secara aktif terlibat dalam perang yang dikobarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman sejak Maret 2015. AS menyediakan dukungan intelijen, logistik militer, dan suplai senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Tapi sekarang pemerintah Biden mengklaim telah mengubah posisi negaranya.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 07, 2021 17:42 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi Presiden Joe Biden dan dukungan AS dalam perang Saudi di Yaman.
    Ilustrasi Presiden Joe Biden dan dukungan AS dalam perang Saudi di Yaman.

Amerika Serikat secara aktif terlibat dalam perang yang dikobarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman sejak Maret 2015. AS menyediakan dukungan intelijen, logistik militer, dan suplai senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Tapi sekarang pemerintah Biden mengklaim telah mengubah posisi negaranya.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby baru-baru ini mengatakan pemerintahan Biden akan menghentikan dukungan kepada Saudi dan UEA dalam perang Yaman.

“Atas perintah presiden, Pentagon telah menghentikan semua dukungan non-militer termasuk bantuan intelijen, sebagian konsultasi, dan dukungan teknis kepada Saudi dalam perang Yaman,” ujarnya.

Perintah Biden sebenarnya merupakan sebuah pengakuan tentang peran negara-negara Barat termasuk AS dan sejumlah negara Eropa, khususnya Inggris dan Prancis, dalam mendukung serangan brutal koalisi Saudi terhadap rakyat tertindas Yaman.

Seorang analis Amerika, Bruce Riedel mengatakan perang di Yaman adalah perang Amerika. Riyadh menghabiskan banyak uang untuk membeli senjata dari Washington untuk digunakan dalam perang yang telah menewaskan hampir 250.000 orang yaitu tragedi kemanusiaan terburuk di dunia era kita. Pemerintah AS telah mengobarkan perang ini.

Pemerintahan Biden mengklaim telah mengadopsi kebijakan yang berbeda dalam menghadapi perang Yaman. Selain menangguhkan sanksi terhadap Gerakan Ansarullah Yaman selama sebulan, Biden juga telah memberi tahu Kongres AS untuk menghapus nama Ansarullah dari daftar organisasi teroris. Gedung Putih juga menangguhkan penjualan senjata ke Saudi dan UEA.

Namun, langkah tersebut tampaknya tidak banyak mengubah pendekatan fundamental Washington ke Riyadh. Hal ini dibuktikan dengan statemen dan sikap para pejabat pemerintah Biden tentang kedudukan Saudi dalam kebijakan regional AS dan komitmennya terhadap keamanan rezim Al Saud.

Ilustrasi kejahatan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Yaman.

John Kirby menekankan bahwa Riyadh tetap menjadi mitra Washington dan perintah Biden hanya terkait dengan perang di Yaman. AS akan terus membantu Arab Saudi dan mitranya lainnya untuk mempertahankan perbatasan mereka.

Ini bermakna bahwa kehadiran militer AS di Saudi akan terus berlanjut dan kehadiran ini diperkuat dengan pembangunan sejumlah basis dukungan di berbagai wilayah negara Arab itu.

Faktanya, Arab Saudi – seperti yang berulang kali diucapkan oleh mantan Presiden Donald Trump – adalah sapi perah yang harus diperah oleh AS dan Trump sendiri telah menandatangani kontrak senjata dan ekonomi dengan Riyadh senilai 450 miliar dolar.

Arab Saudi sendiri bersama dengan rezim Zionis Israel memainkan peran penting dalam menjalankan kebijakan regional AS. Terlepas dari sikap kritis pemerintah Biden terhadap beberapa catatan HAM rezim Saudi dan perang Yaman, Washington tidak ingin meninggalkan atau mengurangi level hubungannya dengan Riyadh.

Hal ini juga yang ditekankan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah tweet hari Sabtu (6/2/2021). “Arab Saudi adalah mitra keamanan penting bagi Amerika Serikat. Kami akan mengupayakan diplomasi untuk mengakhiri perang di Yaman, tetapi kami juga akan melanjutkan kerja sama kolektif untuk membela Arab Saudi,” tulisnya.

Dengan demikian, AS dan Saudi akan melanjutkan kerja sama militer, keamanan, dan politik yang luas, serta mencabut penangguhan penjualan senjata ke Saudi dan UEA, dan melupakan masalah HAM dalam waktu dekat. (RM)