Warga Bahrain Lanjutkan Protes Penahanan Aktivis Politik
Sejumlah warga Bahrain melanjutkan aksi protes terhadap penahanan aktivis politik oleh rezim Al Khalifa.
Gerakan Al-Wefaq Bahrain di akun Twitternya hari Minggu (12/12/2021) menulis, "Orang-orang di daerah Al-Sanabs kembali berdemonstrasi untuk menuntut pembebasan tanpa syarat para tahanan politik Bahrain."
"Aksi unjuk rasa ini diadakan sebagai bentuk solidaritas terhadap Abdul Jalil al-Sankis, seorang aktivis HAM Bahrain yang saat ini mendekam di balik jeruji besi.
Al-Sankis, seorang cendekiawan dan aktivis sipil Bahrain berada di penjara rezim Al-Khalifa sejak 2011 dan telah melakukan mogok makan selama beberapa waktu untuk memprotes perlakuan buruk sipir penjara terhadap dirinya.
Pada hari Minggu, Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain mengumumkan tindakan terbaru rezim Al-Khalifa terhadap penentang normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, termasuk 14 warga negara ini telah ditangkap selama protes tersebut.
Pada September 2020, Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi dengan rezim Zionis yang disebut "Kesepakatan Abraham" yang dimediasi Presiden AS, Donald Trump pada September 2020, dan sejak itu secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.(PH)