Haaretz: Akhiri Pendudukan Palestina agar Serangan Berhenti
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i11602-haaretz_akhiri_pendudukan_palestina_agar_serangan_berhenti
Surat kabar Haaretz dalam editorialnya Ahad (12/6/2016), menulis bahwa satu-satunya solusi untuk menghentikan operasi anti-Israel oleh pejuang Palestina adalah mengakhiri pendudukan di tanah Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 12, 2016 07:47 Asia/Jakarta
  • Haaretz: Akhiri Pendudukan Palestina agar Serangan Berhenti

Surat kabar Haaretz dalam editorialnya Ahad (12/6/2016), menulis bahwa satu-satunya solusi untuk menghentikan operasi anti-Israel oleh pejuang Palestina adalah mengakhiri pendudukan di tanah Palestina.

"Upaya rezim Zionis untuk meredam Intifadah Quds telah gagal dan solusi tunggal untuk menghentikan serangan Palestina adalah mengakhiri pendudukan Israel," tambahnya.

Haaretz kemudian mengkritisi kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Peperangan Avigdor Lieberman, yang bergegas untuk mengumumkan daftar hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina. Selama bulan Ramadan, Israel telah membekukan izin masuk 83.000 warga Palestina ke wilayah pendudukan untuk kunjungan keluarga, bersama dengan izin untuk segelintir warga Gaza untuk shalat di Masjid al-Aqsa.

"Langkah-langkah ini tidak memiliki nilai riil. Ini hanya akan menambah kebencian di antara mereka yang terpaksa hidup di bawah pendudukan Israel. Pada akhirnya hanya akan mendorong lebih banyak pemuda melancarkan operasi anti-Zionis," tegasnya.

Sungguh menakjubkan bagaimana rezim Zionis tidak belajar dari sejarah dan mengakui apa yang seharusnya sudah lama jelas; serangan akan terus berlanjut selama rakyat Palestina tidak memiliki masa depan.

"Sama sekali tidak ada langkah militer yang dapat meredam intifadah dan tidak ada ancaman yang bisa mengakhiri itu. Satu-satunya cara untuk menghentikan perlawanan adalah dengan membebaskan rakyat Palestina dari pendudukan," tulis Haaretz.

Serangan yang dilancarkan oleh dua pemuda Palestina di Tel Aviv pada Rabu lalu, menewaskan empat warga Zionis dan melukai tujuh lainnya. (RM)