Mengapa Pertahanan Yaman Semakin Kuat ?
Agresi militer koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman memasuki tahun kedelapan, tapi Yaman terus meningkatkan kekuatan pertahanannya.
Tahun kedelapan perang yang dikobarkan koalisi Saudi di Yaman dimulai dengan gencatan senjata yang diusulkan oleh PBB. Lima bulan telah berlalu sejak gencatan senjata ini, dan Yaman memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kekuatan mereka.
Sebuah parade militer dan rudal pasukan Yaman baru-baru ini digelar di pelabuhan Hudaydah, Yaman barat, yang menampilkan bagian dari kekuatan militer dan gerakan Ansarullah Yaman. Parade militer ini adalah latihan militer terbesar yang diadakan oleh pasukan Yaman, dan di dalamnya ditampilkan peralatan dan alutsista perang darat, udara, dan laut terbaru.

Parade militer ini membawa beberapa pesan penting.
Pertama, Yaman memiliki itikad serius untuk menghadapi koalisi Saudi demi mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan negaranya. Selama perang delapan tahun tidak membuat mereka putus asa hingga berhasil membangun keseimbangan baru dalam perang tersebut. Meskipun Yaman tidak menginginkan kelanjutan perang, tapi mereka tidak takut akan kelanjutannya dan siap untuk mempertahankan integritas teritorialnya.

Kedua, parade militer ini menunjukkan bahwa Yaman tidak ragu-ragu untuk memperkuat kekuatan pertahanan mereka. Bahkan hari ini kekuatan pertahanan militer mereka sangat jauh melampaui kondisi delapan tahun lalu. Dalam hal ini, Yasser Al-Houri, Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Politik Yaman dalam wawancara dengan Iran Press menekankan bahwa Yaman telah mengirim banyak pesan kepada para agresor melalui parade militer ini. Menurutnya, pesan paling penting bahwa kekuatan Yaman saat ini berbeda jauh dengan delapan tahun lalu, sehingga memiliki kemungkinan yang luas untuk menyebabkan kerusakan parah bagi musuh.

Ketiga, jika koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi masih terus melanggar gencatan senjata, maka Yaman siap untuk memberikan pukulan berat kepada mereka. Dengan kata lain, memperpanjang perang bukanlah tujuan orang Yaman, namun mereka juga siap untuk perang yang panjang. Bahkan, bisa dikatakan bahwa latihan ini semacam peringatan bagi koalisi Saudi untuk tidak bergerak ke arah kelanjutan pelanggaran gencatan senjata.
Keempat, parade militer ini menegaskan sikap Yaman yang sampai pada kesimpulan bahwa pada dasarnya tidak ada harapan bagi sistem dunia untuk menghentikan serangan Saudi terhadap negaranya, dan satu-satunya cara untuk menghentikan perang adalah dengan mengandalkan kemampuan sendiri dengan meningkatkan pencegahan terhadap serangan musuh.
Faktanya selama ini koalisi Saudi menerima gencatan senjata, karena menghadapi peningkatan kekuatan pencegahan Yaman selama perang berkecamuk dalam beberapa tahun terakhir. Yaman telah memberikan pukulan berat, terutama bagi Arab Saudi, termasuk penargetan fasilitas Aramco yang dilakukan beberapa kali.
Penguatan daya tangkal Yaman membuat Saudi panik dan juga mempertanyakan kredibilitas politik dan militer mereka di mata publik, yang gagal melumpuhkan negara tetangganya itu(PH)