Inggris, Pemasok Senjata Terbesar Kedua Arab Saudi
Statistik menunjukkan bahwa pemerintah Inggris adalah pengekspor senjata terbesar kedua ke Arab Saudi dan mitra negara ini dalam kejahatan terhadap rakyat Yaman.
Inggris adalah pengekspor senjata terbesar keenam di dunia pada 2016-2020, dan menyumbang 3,3% dari semua ekspor senjata di dunia.
Selama beberapa tahun ini, Inggris telah mengekspor senjata ke 39 negara dunia, di antaranya negara-negara di kawasan Asia Barat, terutama Arab Saudi yang menjadi pasar utama ekspor pertahanan Inggris.
Menurut laporan tahunan terbaru Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Amerika Serikat menyumbang 79 persen dari ekspor senjata Arab Saudi antara 2016 dan 2020, diikuti oleh Inggris dengan 9,3 persen.
Pada saat yang sama, Amnesty International dalam sebuah laporan terbaru mengakui bahwa "negara-negara yang masih memasok senjata ke koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi akan tercatat dalam sejarah sebagai mitra dalam kejahatan perang di Yaman."
Ada banyak bukti bahwa serangan militer yang tidak bertanggung jawab oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman telah mengakibatkan kerusakan besar dan korban jiwa warga sipil Yaman.
Kelompok ahli regional dan internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa juga percaya bahwa serangan ini terus mengabaikan hukum internasional, serta kehidupan, martabat, dan hak rakyat Yaman.
Pada Juni 2019, Mahkamah Agung Inggris memerintahkan penangguhan dan peninjauan lisensi penjualan senjata ke Arab Saudi.
Laporan yang dikeluarkan oleh Kelompok Penentang Perdagangan Senjata menunjukkan sebagian besar penjualan senjata Inggris ke Riyadh didasarkan pada sistem lisensi terbuka yang tidak jelas, dengan nilai sebenarnya dari kontrak tidak jelas.(PH)