Dimensi Terbaru Perang Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i145368-dimensi_terbaru_perang_gaza
Agresi militer rezim Zionis ke Jalur Gaza yang mengakibatkan 25 orang Palestina gugur, dan lebih dari 70 orang lainnya terluka, dapat dievaluasi dari beberapa dimensi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 12, 2023 09:09 Asia/Jakarta

Agresi militer rezim Zionis ke Jalur Gaza yang mengakibatkan 25 orang Palestina gugur, dan lebih dari 70 orang lainnya terluka, dapat dievaluasi dari beberapa dimensi.

Gaza kembali menjadi arena dua perang yang disulut Israel dalam sembilan bulan terakhir. Pada bulan Agustus tahun lalu, rezim Zionis melancarkan pertempuran tiga hari terhadap jalur Gaza, yang mengakibatkan sedikitnya 50 orang syahid.

Tujuan utama dari perang tiga hari ini untuk membunuh para komandan Jihad Islam Palestina. Kini, rezim Zionis juga memulai perang baru di Gaza pada Mei 2023, yang telah menyebabkan 25 orang Palestina gugur.

 

 

Sebagaimana perang sebelumnya, tujuan utama rezim Zionis dalam perang ini untuk membunuh para komandan Jihad Islam Palestina. Israel secara khusus menargetkan komandan Jihad Islam di Gaza demi menampilkan kemampuan intelijennya. Tetapi pada saat yang sama, banyak warga sipil, terutama wanita dan anak-anak menjadi korban serangan brutal rezim Zionis tersebut. Oleh karena itu, dua perang ini menunjukkan bahwa Tel Aviv mengincar para komandan Jihad Islam Palestina dalam beberapa tahun terakhir.

Tampaknya tujuan utama rezim Zionis untuk menciptakan friksi antara Jihad Islam dan Hamas. Meskipun otoritas Hamas menekankan persatuan dan kohesi di antara warga Palestina dalam beberapa hari terakhir, tapi beban utama serangan terhadap Gaza yang dilancarkan berada di pundak Jihad Islam Palestina.

 

Masalah lain mengenai serangan Jihad Islam terhadap wilayah pendudukan dalam perang baru-baru ini lebih banyak daripada perang Agustus tahun lalu, dan akurasi roketnya juga lebih tinggi.

Volume roket yang menghantam daerah Zionis jauh lebih tinggi dari waktu sebelumnya. Setidaknya 25 persen dari roket yang ditembakkan efektif menghantam targetnya, tetapi karena Zionis pergi ke tempat perlindungan, maka korban mereka tidak banyak. Dengan kata lain, Israel telah membuka bunker tempat berlindung karena takut akan serangan Jihad Islam, dan ini juga membuat Zionis relatif aman untuk sementara waktu. Namun hal ini tidak berarti jaminan keamanan, karena akan meningkatkan rasa tidak aman di kalangan Zionis.

 

Masalah penting lainnya, Jihad Islam tidak menerima syarat untuk gencatan senjata. Syarat gencatan senjata Jihad Islam meliputi: penyerahan jenazah tahanan Palestina Khader Adnan yang syahid di penjara Zionis setelah 86 hari mogok makan, penghentian implementasi kebijakan teror di Tepi Barat, dan membatalkan pawai bendera yang dijadwalkan akan diadakan pekan depan di kota tua Quds. Masalahnya, Rezim Zionis menentang syarat-syarat ini, sehingga Jihad Islam tidak bersedia menyerah dan melanjutkan serangannya terhadap wilayah-wilayah pendudukan.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry hari Kamis mengumumkan kegagalan upaya gencatan senjata dan meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menghentikan perang baru di Gaza.(PH)