Perkembangan terbaru Perang Gaza
-
Serangan brutal Israel terhadap warga Gaza
Serangan rezim Zionis terhadap lebih dari 2,3 juta penduduk Jalur Gaza di minggu ketiga masih terus berlanjut dan sampai kini telah menimbulkan 16 ribu korban terluka dan tewas, serta mamaksa lebih dari satu juga warga Palestina mengungsi.
Namun demikian, terdapat dua celah, meskipun kecil, yang jika dilanjutkan dapat menciptakan peluang terkait dengan pengelolaan perang dan konsekuensi kemanusiaannya.
Yang pertama adalah pembebasan sukarela dua tawanan Amerika keturunan Israel oleh Hamas dengan mediasi Qatar, yang menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan penuh Amerika Serikat kepada rezim Zionis dalam perang melawan Gaza saat ini, yang menargetkan sebagian besar warga sipil, namun Hamas tetap serius dalam melindungi nyawa dan pembebasan tawanan yang mereka ditangkap, meskipun lebih dari 20 di antaranya tewas akibat serangan udara dan artileri ekstensif tentara Zionis ke wilayah pemukiman di Gaza, dan hanya tubuh mereka yang bisa ditukar.
Meski demikian sampai saat ini lebih dari 200 tawanan Israel baik militer maupun sipil berada dalam tahanan Hamas, yang dapat didamaikan jika serangan rezim Zionis berhenti dan mediasi Qatar terus berlanjut.
Namun jika Israel terus melanjutkan serangannya dan ingin melancarkan serangan darat ke Gaza, atau berusaha meloloskan skenario baru pembentukan pemerintahan sementara di Gaza dengan pengawasan PBB, maka tidak ada jaminan bagi keselamatan para tawanan dan pembebasan mereka.
Ini artinya bahwa kunci kebebasan tawanan Israel berada di tangan Netanyanu, sama seperti ia bertanggung jawab atas penawanan orang-orang ini. Karena dari satu sisi, seiring dengan eskalasi blokade berkepanjangan Gaza, Hamas dan warga Gaza berada dalam posisi untuk mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti operasi Al-Aqsa yang mendobrak pagar penjara besar di Gaza. Sementara di sisi lain, dengan memusatkan perhatian pada Iranfobia dan memusatkan kegiatan intelijen dan spionase rezim ini terhadap Iran, rezim ini akan tetap mengabaikan ancaman Hamas dan menderita kekalahan terbesar dari Hamas selama kehidupan Zionis ilegal ini.
Selain itu, jika Netanyahu melanjutkan serangannya dan menyebabkan terbunuhnya tawanan Israel, maka kasus lain akan ditambahkan ke kasus pengadilan, atau masalah perselisihan dan protes lainnya akan ditambahkan ke masalah sebelumnya, karena ada kemungkinan Netanyahu akan didakwa bersalah dalam upaya pembebasan tawanan oleh kerabat para tawanan ini.
Terkait pengiriman pertama bantuan ke Gaza dapat dikatakan bahwa meski dimulainya pengirman bantuan merupakan langkah maju, tapi ini belum cukup, karena pertama, serangan Zionis masih berlanjut dan tidak ada jaminan bahwa bantuan ini tidak akan menjadi sasaran serangan, dan kedua, bantuan ini juga tidak cukup bila di banding dengan besarnya korban dan kerusakan akibat serangan besar-besaran udara dan artileri. Yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan ini dilanjutkan dalam skala besar dan terus menerus. (MF)