Menelisik Bantuan Kemanusiaan Pertama ke Gaza dan Dimensinya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i155734-menelisik_bantuan_kemanusiaan_pertama_ke_gaza_dan_dimensinya
Di tengah berlanjutnya serangan rezim Zionis ke Gaza, bantuan kemanusiaan ke wilayah ini akhirnya dibuka, tapi hanya sedikit dan tidak memadai.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 22, 2023 10:06 Asia/Jakarta

Di tengah berlanjutnya serangan rezim Zionis ke Gaza, bantuan kemanusiaan ke wilayah ini akhirnya dibuka, tapi hanya sedikit dan tidak memadai.

Pembukaan pintu penyeberangan Rafah dilakukan tidak lama setelah pembebasan sukarela dua tahanan Amerika Serikat-Israel oleh Hamas dengan mediasi Qatar. Fakta ini menunjukkan bahwa Hamas tetap mengedepankan masalah kemanusiaan, meskipun Amerika Serikat memberikan dukungan luas kepada rezim Zionis dalam perang melawan Gaza saat ini yang menargetkan sebagian besar warga sipil Palestina. 

Lebih dari 200 tahanan Israel, baik militer maupun sipil, masih ditahan oleh Hamas, yang bisa dibebaskan, jika serangan rezim Zionis berhenti, dan mediasi Qatar terus berlanjut. Namun jika rezim Zionis melanjutkan serangannya dan ingin memulai operasi darat terhadap Gaza atau mencoba menerapkan rencana baru pembentukan pemerintahan sementara di Gaza di bawah pengawasan PBB, maka tidak ada jaminan bahwa kebebasan para tahanan yang tersisa akan dipertahankan.

 

Dengan demikian, pembebasan tahanan Israel berada di tangan Netanyahu, dan dia sendiri yang bertanggung jawab atas penangkapan orang-orang tersebut. Sebab di satu sisi, dengan semakin intensifnya blokade panjang di Gaza, telah menempatkan Hamas dan masyarakat Gaza dalam situasi untuk mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti operasi Badai Al-Aqsa yang mendobrak pagar penjara besar di Gaza.

Di sisi lain, dengan berfokus pada Iranfobia dan memusatkan kegiatan intelijen dan spionase rezim Zionis terhadap Iran akan mengabaikan ancaman Hamas di telinga Israel, sehingga Tel Aviv mengalami kekalahan terbesar dari Hamas selama kehidupannya.

Selain itu, jika Netanyahu melanjutkan serangannya dan menyebabkan terbunuhnya tahanan Israel, maka kasus lain akan ditambahkan ke kasus pengadilan, atau masalah perselisihan dan protes lainnya akan ditambahkan ke masalah sebelumnya, karena ada kemungkinan Netanyahu akan melakukannya, dan keluarga para tawanan menilainya lalai dalam membebaskan para tawanan.

 

 

Mengenai pengiriman bantuan pertama ke Gaza, meskipun dimulainya pengiriman bantuan tersebut merupakan sebuah langkah maju, namun hal tersebut belum memadai. 

Pertama, serangan rezim Zionis masih terus berlanjut dan tidak ada kepastian bahwa pengiriman ini akan selamat dari sasaran serangan Israel.

Kedua, jumlah bantuan ini dibandingkan dengan jumlah korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan oleh serangan udara dan artileri skala besar rezim Zionis tidak cukup sama sekali. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih besar supaya bantuan-bantuan tersebut diberikan dalam skala besar dan dalam bentuk yang lebih baik dan berkelanjutan.(PH)