Mantan Kepala Staf Militer Israel: Hamas Tak Mungkin Dimusnahkan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i156142-mantan_kepala_staf_militer_israel_hamas_tak_mungkin_dimusnahkan
Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, mengatakan selama ancaman-ancaman Hamas dan Hizbullah tidak hilang, kepercayaan pada pemerintah Israel, tak akan bisa pulih, dan Hamas tidak mungkin bisa dimusnahkan sepenuhnya.
(last modified 2025-09-17T13:55:48+00:00 )
Okt 28, 2023 19:21 Asia/Jakarta
  • Hamas
    Hamas

Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, mengatakan selama ancaman-ancaman Hamas dan Hizbullah tidak hilang, kepercayaan pada pemerintah Israel, tak akan bisa pulih, dan Hamas tidak mungkin bisa dimusnahkan sepenuhnya.

Jenderal Shaul Mofaz, Sabtu (28/10/2023) mengakui bahwa memusnahkan Hamas atau menurut istilahnya "menguapkan Hamas", dan pemikirannya, tidak mungkin dilakukan.
 
Perdana Menteri Israel, dan beberapa pejabat Zionis, lain berulangkali mengatakan ingin memusnahkan Hamas di Gaza, dan ini adalah sebuah target yang bahkan diragukan sendiri oleh Amerika Serikat.
 
Amerika Serikat, mengaku ragu dengan peluang tercapainya tujuan operasi darat Rezim Zionis, ke Jalur Gaza, yang salah satunya adalah memusnahkan Hamas.
 
Dalam wawancara dengan Kanal 12 TV Rezim Zionis, Jenderal Shaul Mofaz, menyebut target memusnahkan Hamas, tidak mungkin dapat dicapai.
 
Mofaz ingin seluruh tahanan Palestina, di penjara-penjara Rezim Zionis, yang berjumlah sekitar 6.000 orang dibebaskan, dan ditukar dengan 200 lebih tawanan Israel di Gaza.
 
"Kami mengalami kondisi kelumpuhan. Baik di arena politik yaitu pemerintahan, maupun di level militer, intelijen dan di level kesiapan," ujarnya.
 
Saat ditanya apakah tawanan Israel di Gaza bisa dibebaskan, dan Hamas bisa dijatuhkan, Mofaz menjawab, "Menurut saya keduanya bisa dilakukan, tapi tidak 100 persen. Menguapkan Hamas atau pemikirannya, tidak mungkin dilakukan. Tapi memusnahkan kemampuan rudal, terowongan, dan sejumlah senjata, serta bahan peledak yang disimpan di gudang, bisa dilakukan. Pertama-tama pasukan Hamas harus dilumpuhkan." (HS)