Defisit Anggaran Membengkak, Israel akan Tutup Beberapa Kementerian
Defisit anggaran yang melanda rezim Zionis akibat perang menghadapi pasukan perlawanan Palestina di Gaza menyebabkan otoritas Tel Aviv mempertimbangkan untuk menutup beberapa kementerian.
The Times of Israel hari Senin (25/12/2023) melaporkan, defisit anggaran Tel Aviv akibat perang di Gaza membuat para pejabat Israel berpikir untuk menutup beberapa kementerian.
Terkait hal ini, Kementerian Keuangan Rezim Zionis dikabarkan telah menyarankan Netanyahu untuk menutup 10 kementerian yang tidak diperlukan guna menutupi defisit anggaran yang terus membengkak.
Menurut laporan, Kementerian Keuangan Israel menganggap perlu untuk menutup 10 kementerian guna menutupi defisit anggaran masa perang sebesar 70 miliar shekel, atau $20 miliar.
Menurut laporan tersebut, Kementerian Keuangan rezim Zionis juga telah merekomendasikan pemotongan 5 miliar shekel atau senilai $1,4 miliar dari anggaran koalisi, menghilangkan subsidi harga bensin, meningkatkan pajak rokok, dan mengenakan lebih banyak pajak untuk menambah pendapatan nasional.
Kemarin, situs berita berbahasa Ibrani, Walla menerbitkan laporan berjudul "Apakah Israel terjebak di rawa Gaza?". Laporan ini menyatakan bahwa setelah dua setengah bulan perang, tampaknya tidak banyak pembicaraan tentang kemenangan yang menentukan bagi Israel dalam perang tersebut.(PH)