Penjara Israel Jadi "Medan Tempur" Para Tahanan Palestina
Kepala Komisi urusan tahanan Palestina mengabarkan pecahnya Intifada di dalam penjara-penjara rezim Zionis Israel untuk melawan ketidakadilan dan aturan rasialis rezim itu.
Kantor berita Palestina, Maan (7/8) melaporkan, Issa Qaraqe, Kepala Komisi urusan tahanan Palestina, Sabtu (7/8) menghadiri unjuk rasa di kota Baitul Maqdis untuk menunjukkan solidaritas atas aksi mogok makan yang dilakukan para tahanan Palestina.
Ia menuturkan, penjara-penjara Israel berubah menjadi medan tempur dan arena Intifada menentang ketidakadilan, penghinaan dan undang-undang rasialis Israel.
Qaraqe juga mengabarkan serangan militer Zionis atas para tahanan Palestina di penjara-penjara rezim itu dan menuturkan, langkah semacam ini menyebabkan terjadinya mogok makan lebih dari 400 tahanan Palestina.
Ia juga menyinggung soal pemindahan tahanan-tahanan Palestina ke penjara-penjara Israel yang lain pasca meluasnya protes atas kebijakan manajemen penjara.
Kepala Komisi urusan tahanan Palestina meminta masyarakat internasional untuk memasukkan nama Israel ke dalam daftar organisasi rasialis dan fasis, karena terus melakukan pelanggaran atas hak asasi manusia rakyat Palestina.
Dalam aksi unjuk rasa warga Palestina, Sabtu (6/8) keluarga para tahanan, mantan tahanan, wakil-wakil partai Islam di Baitul Maqdis, para pemuka agama dan mahasiswa Palestina, turut hadir.
Warga Jalur Gaza juga menggelar demonstrasi luas pada hari Jumat untuk memenuhi seruan Hamas guna mendukung para tahanan Palestina yang melakukan mogok makan di penjara-penjara Israel. (HS)