Hizbullah Dinilai Berhasil Gagalkan Proyek Timur Tengah Baru
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i17530-hizbullah_dinilai_berhasil_gagalkan_proyek_timur_tengah_baru
Ketua Pusat Regional dan Riset Politik Sosial, Universitas Lebanon menilai kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari telah menggagalkan proyek untuk menciptakan Timur Tengah baru.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 13, 2016 08:27 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Dinilai Berhasil Gagalkan Proyek Timur Tengah Baru

Ketua Pusat Regional dan Riset Politik Sosial, Universitas Lebanon menilai kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari telah menggagalkan proyek untuk menciptakan Timur Tengah baru.

Talal Atrisi, Ketua Regional dan Riset Politik Sosial, Universitas Lebanon kepada Mehr News (13/8) mengatakan, perang 33 hari adalah sebuah konspirasi untuk menyempurnakan proyek kubu neo konservatif di Washington dalam rangka menciptakan Timur Tengah baru, namun digagalkan oleh Hizbullah.

Atrisi menjelaskan, rezim Zionis Israel mengakui kekalahannya dari Hizbullah dalam perang 33 hari, dan laporan Komisi Winograd adalah puncak pengakuan dari ketidakmampuan Israel dalam menghadapi perlawanan Hizbullah.

Ia juga menyinggung peran Arab Saudi dalam perang 33 hari dan menuturkan, sejak awal pecahnya perang 33 hari, pejabat Riyadh mengira dengan perang ini, Hizbullah, gerakan perlawanan sekutu Iran itu akan lumpuh, akan tetapi hasil perang berbeda dengan yang diharapkan Saudi.

Pakar politik Lebanon itu menegaskan, Saudi yang menormalisasi hubungan Israel, ingin memberikan pesan kepada Barat bahwa negara itu siap berkompromi dan menumpas semua perlawanan anti-Israel.

Perang 33 hari Israel melawan Hizbullah terjadi pada tahun 2006 dan perang tersebut berakhir setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 1701 pada 13 Agustus 2006. (HS)