Krisis Listrik Landa Jalur Gaza
Perusahaan listrik Gaza menyatakan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah itu telah kehabisan cadangan bahan bakar.
Seperti dikutip laman Qodsna, Jumat (19/8/2016), para pejabat perusahaan listrik Gaza mengatakan bahwa mereka tidak mampu memberikan pelayanan karena kehabisan cadangan bahan bakar akibat blokade Gaza dan krisis energi jangka panjang.
Pemadaman berdurasi lama telah menambah penderitaan 1,9 juta warga yang tinggal di bawah blokade rezim Zionis Israel itu.
Rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan sosial menghadapi masalah serius akibat pemadaman listrik. Rumah sakit Palestina juga kekurangan obat-obatan dan peralatan medis untuk menangani penyakit-penyakit kronis seperti, kanker, gagal ginjal dan gizi buruk.
Kekurangan pasokan listrik di Jalur Gaza sejauh ini telah menewaskan puluhan orang. Data Pusat HAM Palestina mencatat bahwa sejak tahun 2010 sampai 2015, sebanyak 26 warga Palestina meninggal dunia dalam insiden kebakaran, yang diakibatkan oleh penggunaan alat-alat penerangan alternatif. (RM)