Perang Senyap Rezim Zionis terhadap Gaza: Penyelundupan Narkotika sebagai Senjata Baru
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i182668-perang_senyap_rezim_zionis_terhadap_gaza_penyelundupan_narkotika_sebagai_senjata_baru
Di tengah pemblokiran masuknya berbagai kebutuhan vital ke Jalur Gaza oleh militer Israel, sejumlah laporan mengungkap adanya fasilitasi penyelundupan narkotika ke wilayah tersebut.
(last modified 2025-12-21T06:22:33+00:00 )
Des 21, 2025 13:20 Asia/Jakarta
  • Perang Senyap Rezim Zionis terhadap Gaza: Penyelundupan Narkotika sebagai Senjata Baru

Di tengah pemblokiran masuknya berbagai kebutuhan vital ke Jalur Gaza oleh militer Israel, sejumlah laporan mengungkap adanya fasilitasi penyelundupan narkotika ke wilayah tersebut.

Tehran, Parstoday- Sumber-sumber keamanan di Jalur Gaza melaporkan munculnya fenomena baru dalam perang rezim pendudukan Israel terhadap wilayah ini. Fenomena tersebut melampaui pengeboman, pengepungan, dan penembakan, dan kini berubah menjadi bentuk perang senyap terhadap masyarakat Gaza, yaitu penyelundupan narkotika secara terorganisasi.

Laman Arabi21 melaporkan, militer pendudukan Israel dalam beberapa bulan terakhir secara signifikan meningkatkan operasi penyelundupan berbagai jenis narkotika ke Jalur Gaza. Operasi ini dilakukan melalui jaringan agen, kolaborator, serta kelompok bersenjata yang beroperasi di dalam dan di luar wilayah yang berada di bawah kendali pendudukan.

Berdasarkan laporan tersebut, penyelundupan narkotika dilakukan dengan berbagai modus, yang paling menonjol adalah melalui konvoi bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza serta truk-truk komersial yang melintasi perlintasan yang berada di bawah kendali Israel. Sumber-sumber keamanan menyatakan bahwa narkotika sengaja disembunyikan di antara barang-barang sipil, khususnya produk makanan, makanan kaleng, serta paket-paket yang ditempatkan dalam kotak logam atau karton tebal.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini dalam wawancara dengan Arabi21 menyatakan bahwa perlintasan Kissufim di timur Deir al-Balah merupakan salah satu jalur utama masuknya narkotika ke Jalur Gaza. Menurutnya, operasi tersebut dilakukan secara terorganisasi dan terkoordinasi, dengan militer pendudukan Israel mengawasinya baik melalui koordinasi tidak langsung dengan sebagian pedagang, maupun secara langsung melalui agen-agennya di dalam Gaza.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa penyelundupan narkotika tidak terbatas pada jalur darat, tetapi juga dilakukan melalui udara. Sumber-sumber keamanan mengungkap penggunaan pesawat nirawak (drone) kecil untuk mengangkut muatan narkotika dalam jumlah terbatas, metode yang terpantau selama agresi terhadap Gaza dan bahkan setelahnya.

Sumber-sumber keamanan Gaza menegaskan bahwa sementara rezim Israel mencegah masuknya banyak barang kebutuhan dasar dan vital, termasuk peralatan tempat tinggal dan perlengkapan medis, atau menyitanya di perlintasan, pada saat yang sama masuknya narkotika ke Jalur Gaza justru dipermudah, bahkan terdapat pengawasan terhadap proses distribusi dan penjualannya.

Seorang sumber keamanan, seraya menyinggung mekanisme pemeriksaan ketat di perlintasan, mengatakan: “Bahkan satu jarum pun tidak dapat masuk ke Gaza tanpa melalui perangkat keamanan canggih. Fakta ini dengan sendirinya menunjukkan bahwa masuknya narkotika tidak mungkin terjadi tanpa pengetahuan dan peran langsung rezim pendudukan.” Ia menambahkan bahwa pengakuan serta bukti-bukti yang disita oleh aparat keamanan Gaza juga mengonfirmasi hal tersebut, dan tujuan dari tindakan ini adalah menghancurkan generasi muda Gaza melalui penyebaran kecanduan.

Sementara itu, seorang pejabat di badan pemberantasan narkotika Gaza menyatakan bahwa dalam periode terakhir telah ditemukan dan disita sejumlah besar narkotika, termasuk ganja, mariyuana, pil Rotana, ekstasi, serta tramadol komersial. Menurut sumber tersebut, penyelundupan bahkan telah merambah ke rokok dan berbagai jenis tembakau pipa (mu‘assal) yang diselundupkan melalui kaleng-kaleng pasta tomat kalengan ke Jalur Gaza.(PH)