Eksekusi Bertahap; Situasi Sulit 9.300 Tahanan Palestina di Penjara Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183010-eksekusi_bertahap_situasi_sulit_9.300_tahanan_palestina_di_penjara_israel
Pars Today - Dua lembaga Palestina melaporkan situasi mengerikan lebih dari 9.300 tahanan Palestina di penjara Israel.
(last modified 2025-12-26T16:54:06+00:00 )
Des 26, 2025 23:52 Asia/Jakarta
  • Tahanan Palestina di penjara rezim Zionis
    Tahanan Palestina di penjara rezim Zionis

Pars Today - Dua lembaga Palestina melaporkan situasi mengerikan lebih dari 9.300 tahanan Palestina di penjara Israel.

Komite Urusan Tahanan dan Orang Merdeka yang berafiliasi dengan Organisasi Pembebasan Palestina dan Klub Tahanan Palestina mengumumkan dalam pernyataan bersama pada hari Jumat, “Lebih dari 9.300 tahanan dan narapidana Palestina di penjara dan kamp Israel berada dalam kondisi yang dapat disebut "eksekusi bertahap".

Laporan yang disusun setelah kunjungan lapangan ke beberapa penjara, menunjukkan peningkatan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tahanan Palestina, sedemikian rupa sehingga penggunaan sengatan listrik, anjing polisi, bom suara, dan pemukulan berat hanyalah beberapa alat yang digunakan oleh penjajah untuk menindas tahanan.

Sumber-sumber ini, yang menunjukkan bahwa para tahanan dirampas kebutuhan dasar manusia seperti pakaian yang layak dan waktu untuk bernapas, menyatakan, “Di penjara Damon milik rezim Israel, 50 tahanan Palestina terpapar represi terencana, termasuk gas air mata, borgol logam selama berjam-jam, dan dibiarkan kedinginan tanpa akses ke layanan kesehatan dan perlengkapan medis.”

Selain itu, sekitar 350 tahanan anak-anak dirampas haknya untuk dikunjungi keluarga dan mendapatkan perawatan medis, dan karena kekurangan gizi yang parah dan kurangnya pakaian yang layak, mereka menderita berbagai penyakit kulit dan penyakit menular.

Laporan dari penjara Naqab milik rezim Israel menunjukkan bahwa kebijakan "kelaparan paksa" diterapkan secara ketat dan makanan yang sangat sedikit telah menyebabkan penurunan berat badan yang parah dan kelemahan ekstrem pada para tahanan. Situasi ini, bersama dengan kurangnya kebersihan, telah menyebabkan penyebaran penyakit dan virus yang tidak dikenal yang tidak diberikan pengobatan.

Para pemimpin Palestina yang ditawan, termasuk Ahmed Saadat, Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina, juga ditahan dalam sel isolasi di penjara Israel Ganot.(sl)