Netanyahu Cegah Herzog Ikuti Peresmian Dewan Perdamaian Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i184594-netanyahu_cegah_herzog_ikuti_peresmian_dewan_perdamaian_gaza
Pars Today - Sebuah saluran berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Netanyahu menghalangi presiden Israel untuk mewakili rezim Zionis Israel dalam acara pembukaan Dewan Perdamaian Gaza.
(last modified 2026-02-20T18:11:52+00:00 )
Jan 25, 2026 14:35 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Zionis Isaac Herzog
    Pemimpin Zionis Isaac Herzog

Pars Today - Sebuah saluran berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Netanyahu menghalangi presiden Israel untuk mewakili rezim Zionis Israel dalam acara pembukaan Dewan Perdamaian Gaza.

Menurut laporan ISNA, saluran televisi Zionis Israel Channel 12 mengutip dua sumber yang mengetahui kontak antara Washington dan Tel Aviv, dan mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak permintaan Gedung Putih untuk partisipasi Pemimpin Zionis Isaac Herzog, dalam acara pembukaan Dewan Perdamaian Gaza yang diadakan Kamis (23/01/2026) lalu di Davos, Swiss, dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump.

Menurut Al-Arabi Al-Jadeed, pemerintah AS menganggap dimulainya kerja dewan ini sebagai momen penting dalam “fase kedua” langkah-langkah pasca-perang di Jalur Gaza. Partisipasi Israel dapat memberikan inisiatif ini cakupan politik dan diplomatik yang lebih luas.

Sebaliknya, penilaian AS adalah bahwa ketidakhadiran Israel di acara itu memperkuat persepsi bahwa kekuatan pendudukan bukanlah bagian dari proses ini dan tidak benar-benar mendukungnya.

Laporan ini menyatakan bahwa Donald Trump telah mengirimkan undangan resmi kepada Netanyahu untuk menghadiri acara tersebut bersama puluhan pemimpin dunia, dan bahwa ada kemungkinan perdana menteri, presiden Israel, atau perwakilan dari masing-masing pihak akan hadir atas nama Israel. Namun, pada hari Selasa dan Rabu, Gedung Putih menyarankan kepada kantor Netanyahu agar Herzog, yang telah pernah ke Davos, mewakili Israel dalam acara tersebut.

Namun, Netanyahu, yang tidak melakukan perjalanan ke Davos karena surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadapnya oleh Mahkamah Pidana Internasional, menolak tawaran itu, yang secara efektif memveto partisipasi Herzog. Ia membenarkan hal ini dengan menyatakan bahwa undangan itu telah disampaikan secara pribadi kepadanya oleh Trump dan oleh karena itu pemimpin Israel tidak berhak untuk mewakilinya.

Laporan ini mengatakan bahwa insiden tersebut sekali lagi menyoroti luasnya pembatasan yang diberlakukan oleh surat perintah penangkapan internasional terhadap perjalanan luar negeri Netanyahu dan dampaknya terhadap kemampuan Israel untuk terlibat dalam upaya diplomatik terkait masa depan Gaza.

Laporan ini menyebutkan bahwa kontak yang "tegang" telah berlangsung antara Gedung Putih dan kantor perdana menteri Israel terkait perwakilan rezim ini pada pembukaan Dewan Perdamaian. Meskipun para pejabat AS berharap dapat mencapai kesepakatan pada Rabu malam yang memungkinkan Herzog untuk berpartisipasi, upaya menit-menit terakhir itu gagal karena desakan Netanyahu pada posisinya.

Menurut Hebrew Channel, Gedung Putih memutuskan untuk tidak melibatkan Netanyahu secara terbuka mengenai masalah partisipasi, karena penasihat Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, lebih memilih untuk memfokuskan tekanan pada masalah pembukaan penyeberangan Rafah sebagai prioritas yang lebih mendesak dan untuk mundur dari upaya memaksa Herzog dar berpartisipasi dalam acara itu.

Baik kantor Netanyahu maupun Gedung Putih menolak untuk berkomentar mengenai laporan tersebut.

Kamis (23/01) lalu, Donald Trump menandatangani piagam untuk pembentukan Dewan Perdamaian di sela-sela Forum Ekonomi Davos, di hadapan beberapa pemimpin dunia. Trump mengatakan bahwa 59 negara telah berpartisipasi dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Ia mengklaim bahwa semua negara bercita-cita untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian, dan menggambarkannya sebagai lembaga yang terdiri dari "para pemimpin terbaik dunia" dan memiliki "potensi untuk menjadi salah satu lembaga terpenting".(sl)