Ratusan Warga Palestina Desak Pembebasan Kayed
Ratusan warga Palestina berujuk rasa di depan kantor Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Tepi Barat untuk menyuarakan dukungan mereka kepada para tahanan Palestina di penjara rezim Zionis Israel.
Dalam aksi yang digelar pada Rabu (24/8/2016), mereka mendesak ICRC untuk memberi dukungan kepada para tahanan Palestina khususnya Bilal Kayed, yang telah mogok makan di penjara Israel. Demikian dikutip laman barita Rai al-Youm.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-Zionis dan mendesak ICRC untuk mengambil tindakan segera guna membebaskan Kayed, yang memilih mogok makan sejak dua bulan lalu.
Sementara itu, Amnesty International mengecam penahanan administratif oleh Israel dan menyerukan pembebasan Kayed.
Kayed memilih mogok makan untuk memprotes penahanan administratif oleh rezim Tel Aviv. Ia ditangkap pada akhir tahun 2001 dan kemudian disidangkan di pengadilan militer pada 2002 atas tuduhan terlibat dalam kegiatan Front Pembebasan Rakyat Palestina (PFLP). Ia telah menghabiskan 14 tahun kurungan di penjara Israel.
Kayed direncanakan bebas pada 13 Juni lalu, namun rezim Zionis memutuskan untuk memperpanjang masa penahanannya selama enam bulan di bawah kebijakan penahanan administratif.
Saat ini jumlah tahanan Palestina di penjara-penjara Israel mencapai 7.000 orang dan mereka berada dalam kondisi buruk. (RM)