Guncangan Pasca-Perang: Arab Saudi Menjadi Mitra Pertahanan Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i187758-guncangan_pasca_perang_arab_saudi_menjadi_mitra_pertahanan_ukraina
Pars Today - Di tengah perang Iran dan serangan drone Iran terhadap kepentingan Amerika di kawasan, negara-negara di Teluk Persia telah beralih ke Ukraina untuk memanfaatkan pengalaman negara ini dalam menghadapi drone Iran.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Mar 27, 2026 14:55 Asia/Jakarta
  • Arab Saudi menjadi mitra pertahanan Ukraina
    Arab Saudi menjadi mitra pertahanan Ukraina

Pars Today - Di tengah perang Iran dan serangan drone Iran terhadap kepentingan Amerika di kawasan, negara-negara di Teluk Persia telah beralih ke Ukraina untuk memanfaatkan pengalaman negara ini dalam menghadapi drone Iran.

Menurut laporan Pars Today mengutip FNA, Ukraina dan Arab Saudi menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada hari Jumat (27/03/2026). Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina menandatangani perjanjian tersebut selama kunjungannya selama dua hari ke Riyadh dengan pejabat senior Saudi.

Zelenskyy pada hari Jumat pagi menyatakan bahwa perjanjian ini “menciptakan landasan untuk kontrak di masa depan, kerja sama teknologi, dan investasi. Ini juga memperkuat peran internasional Ukraina sebagai penyedia keamanan.”

Zelenskyy menambahkan, “Kami siap berbagi keahlian dan sistem kami dengan Arab Saudi.”

Presiden Ukraina menekankan bahwa Ukraina telah memperoleh pengalaman dalam menghadapi rudal balistik dan drone selama perang dengan Rusia, yang dapat dibagikan dengan negara-negara lain.

“Arab Saudi juga memiliki kemampuan yang menarik bagi Ukraina, dan kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kedua pihak,” imbuhnya.

Drone Iran yang kuat telah menghadirkan tantangan serius bagi negara-negara tuan rumah pangkalan-pangkalan Amerika. Sebelumnya, Ukraina telah menyatakan kesediaannya untuk membantu negara-negara di Teluk Persia dalam menghadapi drone ini.

Ukraina juga telah mengirim lebih dari 200 ahli pertahanan drone ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Zelenskyy juga mengatakan minggu lalu melalui percakapan WhatsApp kepada wartawan bahwa sekitar 30 orang lainnya juga akan menuju Yordania dan Kuwait.(sl)