Operasi Pembebasan Mosul
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i23410-operasi_pembebasan_mosul
Militer Irak dan pasukan relawan rakyat memulai serangan besar-besaran terhadap posisi teroris Daesh di Mosul sejak Senin (17/10/2016) dini hari. Operasi pembebasan Mosul diluncurkan setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengeluarkan perintah resmi.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 17, 2016 17:35 Asia/Jakarta
  • Operasi Pembebasan Mosul

Militer Irak dan pasukan relawan rakyat memulai serangan besar-besaran terhadap posisi teroris Daesh di Mosul sejak Senin (17/10/2016) dini hari. Operasi pembebasan Mosul diluncurkan setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengeluarkan perintah resmi.

"Waktu kemenangan telah tiba dan operasi untuk membebaskan Mosul sudah mulai," tegasnya.

Militer Irak dan relawan rakyat yang didukung oleh pasukan Hashd al-Shaabi dan Peshmerga Kurdi, memulai serangan luas terhadap posisi Daesh di sejumlah titik di Mosul.

Persatuan dan kekompakan rakyat Irak, yang mengandalkan kemampuan dalam negeri telah menjadi faktor utama kesuksesan mereka dalam mengusir Daesh dari sejumlah daerah Irak selama beberapa bulan terakhir. Mereka menjelma menjadi benteng yang kokoh terhadap penyebaran Daesh di Irak.

Sekitar dua tahun lalu, kelompok teroris Daesh dalam sebuah konspirasi yang melibatkan para pemain regional dan Amerika Serikat menduduki kota Mosul, yang termasuk salah satu kota penting di Irak. Pada Juni 2014, pemerintah Irak dengan mengandalkan pasukan relawan termasuk Hashd al-Shaabi, mengobarkan perang serius terhadap terorisme.

Kerjasama kolektif antara rakyat, militer dan pemerintah telah memperlemah Daesh di Irak dan membatasi ruang gerak mereka di Provinsi Nainawa. Para pejabat Baghdad benar-benar memperhitungkan kekuatan pasukan rakyat dan berani mengumumkan 2016 sebagai tahun kematian Daesh di Irak. Untuk mewujudkan tujuan itu, mereka telah memulai operasi untuk membebaskan Mosul dari Daesh.

Operasi pembebasan Mosul menandai dimulainya hitungan mundur untuk kehancuran Daesh di Irak. Namun, perlu diperhatikan bahwa Daesh yang sedang terdesak akan meningkatkan kejahatannya sebagai cara untuk menghindari kekalahan total di Irak. Atas pertimbangan ini pula, pemerintah Irak memulai operasi pembebasan Mosul setelah penundaan guna menyiapkan strategi yang jitu untuk menghalau operasi teror Daesh.

Pada awal Oktober, al-Abadi mengatakan Daesh dengan menduduki sejumlah daerah telah menciptakan kerugian 35 miliar dolar bagi Irak. Serangan Daesh menyisakan banyak dampak negatif di berbagai daerah Irak, terutama di ladang minyak di wilayah utara.

Sejumlah daerah Irak menderita kerusakan parah termasuk Mosul, di mana para pakar memperkirakan bahwa paling tidak dibutuhkan waktu 10 tahun untuk merekonstruksi kota Mosul. Rakyat Irak sekarang berharap dapat menghancurkan teroris dan kemudian memikirkan masalah pembangunan kembali negeri mereka.

Dalam hal ini, PBB sebagai lembaga terpenting yang bertanggung jawab untuk perdamaian dan keamanan internasional, dapat memberikan dukungan maksimal untuk mengurangi tingkat kerugian dan penderitaan warga Mosul. (RM)