UEA Minta Trump Tingkatkan Intervensi AS di Timteng
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i25675-uea_minta_trump_tingkatkan_intervensi_as_di_timteng
Uni Emirat Arab meminta Presiden terpilih Amerika Serikat untuk meningkatkan volume intervensi Washington di Timur Tengah dan menerapkan strategi yang lebih luas terkait transformasi di wilayah ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 14, 2016 03:20 Asia/Jakarta
  • Anwar Gargash, UEA
    Anwar Gargash, UEA

Uni Emirat Arab meminta Presiden terpilih Amerika Serikat untuk meningkatkan volume intervensi Washington di Timur Tengah dan menerapkan strategi yang lebih luas terkait transformasi di wilayah ini.

IRNA (13/11) melaporkan, Anwar Garqash, Menteri Negara urusan Luar Negeri, UEA, Ahad (13/11) mengatakan bahwa pengaruh Amerika di kawasan Timur Tengah sekarang sangat penting bagi sekutu-sekutunya dibandingkan dengan sebelumnya.

Ia menambahkan, setelah delapan tahun Amerika menjalin interaksi yang lemah dengan sekutu-sekutunya, sekarang kita harus menunggu kejelasan strategi Donald Trump terkait perkembangan di Timur Tengah.

Gargash menjelaskan, kebijakan pemerintahan Barack Obama, Presiden Amerika untuk keluar dari kawasan, telah membuka keran peningkatan instabilitas dan kekerasan di Timur Tengah dan untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pengambilan keputusan-keputusan sulit, langkah kolektif dan pencarian berkelanjutan atas mekanisme konstruktif.

Hubungan Amerika dan beberapa negara Arab Teluk Persia di era kepemimpinan Obama sempat dingin menyusul kesepakatan nuklir yang dicapai Iran dan Kelompok 5+1.

Selain itu, rezim-rezim Arab di kawasan Timur Tengah baru-baru ini dengan dorongan dan dukungan UEA, dengan maksud mengulang klaim-klaim tidak berdasar anti-Iran, melayangkan surat pengaduan ke PBB terkait Tehran.

UEA dan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia, P-GCC selain Mesir, Maroko, Sudan, Yordania dan pemerintahan terguling Yaman, mengaku cemas dengan kebijakan-kebijakan yang mereka sebut, ekspansionis Iran.

Klaim intervensi Iran dalam urusan internal negara-negara Arab dimunculkan, padahal Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya sejak Maret 2015 melancarkan serangan luas ke Yaman yang hingga kini menewaskan dan melukai ribuan orang. (HS)