Operasi Pembebasan Mosul Tewaskan Hampir 1.000 Teroris Daesh
Salah satu komandan militer Irak mengabarkan tewasnya hampir seribu anggota kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) sejak dimulainya operasi pembebasan kota Mosul, utara Irak dari pendudukan kelompok teroris ini.
Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi dalam pernyataan terbaru mengatakan, pasukan khusus Irak meninjau kembali taktik militernya dan berusaha melindungi warga sipil serta memutus jalur pasokan teroris Daesh.
Ia menyingung kemajuan cepat pasukan Irak di daerah-daerah yang tidak ada penduduknya.
Menurutnya, setengah dari bagian timur kota Mosul telah dikontrol militer Irak, namun dalam kemajuan operasinya, mereka bentrok dengan anasir-anasir teroris dan bom-bom mobil Daesh.
Mayor Jenderal Abdel Wahab al-Saadi, Komandan Pasukan Anti-Teror Irak mengatakan, sejak dimulainya operasi pembebasan kota Mosul 1,5 bulan lalu, militer Irak telah merebut lebih dari 40 persen timur Mosul dari pendudukan Daesh.
Sementara itu, penduduk kota Bashiqa untuk pertama kalinya kembali ke rumah-rumah mereka di kota ini setelah terbebas dari pendudukan teroris Daesh.
Operasi pembebasan kota Mosul dimulai pada Senin diri hari, 17 Oktober 2016 atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak yang sekaligus sebagai Panglima Angkatan Bersenjata negara ini.
Sekitar 60.000 pasukan militer dan polisi Irak bersama dengan pasukan relawan dan Peshmerga Kurdi berpartisipasi dalam operasi ini.
Daesh menyerang dan menduduki kota Mosul –kota terbesar kedua Irak– di pusat Provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014. (RA)