Kontrol Daesh Menyusun, Militer Suriah Kuasai 85 Persen Wilayah Aleppo
-
Militer Suriah
Militer Suriah dan pasukan sekutu telah mengontrol sekitar 85 persen wilayah Aleppo dari tangan kelompok teroris Takfiri Daesh, menyusul serangan luas untuk mengusir teroris dukungan asing dari kota tersebut.
Pada Kamis (8/12), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan terjadi bentrokan sengit antara pasukan pemerintah dan teroris di wilayah Aleppo timur, termasuk Bustan al-Qasr, Saif al-Dawla, Zibdiya, Sukkari dan Kallaseh.
Bombardir intens dilakukan ke posisi teroris sementara pasukan militer Suriah juga melakukan operasi pembersihan di wilayah yang dibebaskan.
Intensitas serangan militer Suriah menyudutkan teroris yang kian menyusut di tenggara Aleppo. Mereka kini menuntut lima hari gencatan senjata, sebuah tuntutan yang dinilai sebagai upaya untuk menyusun kembali barisan mereka.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sekitar 80.000 warga sipil telah melarikan diri dari wilayah yang dikuasi teroris menuju wilayah yang telah dibebaskan dan dikontrol militer.
Suriah telah menyiapkan sejumlah jalur khusus untuk memfasilitasi keluarnya warga sipil dari wilayah timur Aleppo. Laporan dari Aleppo menyebutkan para teroris menggunakan warga sebagai perisai manusia untuk menghambat kemajuan militer.
Sumber yang sama memaparkan bahwa pasukan pemerintah Suriah membebaskan seluruh wilayah di Kota Tua Aleppo sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran untuk mengusir teroris Takfiri dukungan asing keluar dari kota strategis itu.
Sebelumnya, Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, menyatakan kemenangan dalam pertempuran di kota Aleppo akan menjadi "langkah besar" dalam mengakhiri perang di negaranya.
Assad mengatakan bahwa pembebasan penuh Aleppo di barat laut Suriah akan menjadi pukulan telak bagi para pendukung kelompok teroris di kawasan dan global, demikian dilaporkan stasiun televisi Al-Mayadeen mengutip wawancara Assad dengan koran Al-Watan yang diterbitkan pada Kamis (8/12).
"Memang benar bahwa Aleppo akan menjadi kemenangan bagi kami, tapi kita harus realistis, itu bukan berarti akhir dari perang di Suriah," kata Assad.
Presiden Suriah menanggapi pertanyaan soal kemungkinan gencatan senjata di Aleppo dan mengatakan, "Tentu saja itu tidak ada."(MZ)