PM Irak Berjanji untuk Membebaskan Mosul Secepatnya
Perdana Menteri Irak menekankan komitmen pasukan negaranya dalam perang melawan para teroris dan menegaskan bahwa operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) akan segera berakhir.
Haider al-Abadi mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan para komandan keamanan dan militer yang terlibat dalam operasi di Provinsi Nineveh, Senin (12/12/2016) seperti dilansir situs al-Sumariya News.
Ia memuji pasukan Irak dalam perang melawan Daesh dan mengatakan bahwa tujuan operasi pembebasan kota Mosul adalah mengurangi kroban sipil dan militer.
Sementara itu, militer Irak pada Senin menemukan beberapa gudang besar senjata dan amunisi Daesh di selatan kota Mosul.
Operasi pembebasan kota Mosul dimulai pada 17 Oktober 2016 atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak.
Sekitar 60.000 pasukan militer dan polisi Irak bersama dengan pasukan relawan dan Peshmerga Kurdi berpartisipasi dalam operasi ini.
Daesh menyerang dan menduduki kota Mosul –kota terbesar kedua Irak– di pusat Provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014. (RA)