Yaman di Ambang Bencana Kelaparan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i28447-yaman_di_ambang_bencana_kelaparan
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman memperingatkan bencana kelaparan yang mengancam Yaman menyusul kelanjutan blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan kekurangan bahan makanan di negara Arab ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 17, 2016 13:45 Asia/Jakarta
  • Yaman di Ambang Bencana Kelaparan

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman memperingatkan bencana kelaparan yang mengancam Yaman menyusul kelanjutan blokade pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan kekurangan bahan makanan di negara Arab ini.

Jamie McGoldrick kepada  Reuters pada Jumat, 16 Desember 2016 mengatakan, hampir setengah dari 22 provinsi Yaman telah resmi dalam situasi darurat pangan. Krisis pangan ini didefinisikan dalam skala lima tahap, di mana situasi di Yaman telah mencapai tahap keempat.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman telah melewati 21 bulan sejak dimulai serangan ini pada Maret 2015. Namun hingga sekarang, rezim Al Saud belum mencapai tujuan yang diklaimnya, yaitu mengembalikan kekuasaan Abd-Rabbuh Mansur Hadi.

 

Arab Saudi dengan dukungan kekuatan-kekuatan Barat dan kepasifan PBB, melanjutkan pemboman ke berbagai wilayah Yaman. Agresi militer ini telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Yaman dan melukai belasan ribu lainnya.

 

Serangan milite Arab Saudi ke Yaman juga menimbulkan ketidakamanan di negara ini, menyebabkan meluasnya kekerasan dan instabilitas, pendudukan sejumlah daerah Yaman oleh kelompok-kelompok teroris dan dampak terburuknya adalah menimbulkan tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan.

 

Jutaan warga Yaman terpaksa mengungsi akibat agresi keji Arab Saudi ke negara mereka dan 80 persen insfrastruktur kota Yaman hancur. Dari 24 juta penduduk Yaman, lebih dari 21 juta warga negara ini memerlukan bantuan kemanusiaan.

 

Lebih dari 14 juta warga Yaman juga dihadapkan pada ketiadaan keamanan pangan, di mana kondisi anak-anak di negara ini lebih buruk. Menurut Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, tujuh juta anak Yaman mengalami kelaparan ekstrem dan setiap 10 anak Yaman, delapan dari mereka kekurangan gizi.

 

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada September 2016 merilis laporan yang menyebutkan bahwa 14,1 juta warga Yaman; yaitu setara dengan lebih dari 50 persen penduduk negara ini, menghadapi ketiadaan keamanan pangan, di mana 35 persennya meningkat sejak dimulainya agresi militer Arab Saudi ke Yaman.

 

Disebutkan pula bahwa sedikitnya tujuh juta warga Yaman berada dalam kondisi darurat, di mana mereka berada para tahap terburuk dari ketidakamanan pangan, sementara 7,1 juta lainnya hidup di tahap krisis ketidakamanan pangan; yaitu satu level lebih rendah dari situasi darurat.

 

Menyusul kondisi buruk tersebut, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman mengabarkan semakin dekatnya negara ini ke ambang bencana kelaparan. Bencana bisa tentunya akan menyebabkan meningkatnya angka kematian di negara ini.

 

Satu hal yang terlupakan adalah sebelumnya sejumlah lembaga yang berafiliasi dengan PBB memperingatkan tentang penyebaran penyakit menular di Yaman. Penyakit menular, terutama penyakit kolera telah berubah menjadi persoalan lain bagi rakyat Yaman.

 

Penyebab utama penyakit menular ini adalah air yang telah terkontaminasi dengan  bahan-bahan tertentu dan hancurnya sistem kesehatan di Yaman. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Yaman pada 8 Desember 2016 mengabarkan penyakit-penyakit menular di 15 Provinsi.

 

Abdul Hakim al-Khalani, Ketua Penanggulangan Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan Yaman pada Desember 2016 mengatakan bahwa saat ini, 138 orang yang tertular penyakit tersebut tersebar di 15 provinsi Yaman dan mereka telah diidentifikasi.

 

Menyebarnya penyakit menular terjadi ketika pusat-pusat kesehatan Yaman tidak bisa digunakan lagi. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia pada Agustus 2016, hanya 45 persen dari tempat-tempat kesehatan Yaman yang masih bekerja penuh, di mana hal ini berarti hanya 37 persen dari rumah sakit.

 

Satu hal yang penting adalah meskipun muncul kekhawatiran dan peringatan dari sebagian pejabat dan lembaga PBB tetang krisis Yaman, namun hingga sekarang tidak ada langkah serius untuk mengakhiri krisis di negara ini. Bisa dikatakan bahwa PBB menujukkan perilaku yang paling pasif dalam satu dekade terakhir terkait krisis Yaman. (RA)