Dukungan PBB untuk Deklarasi Moskow
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i29494-dukungan_pbb_untuk_deklarasi_moskow
Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mendukung upaya Rusia, Iran dan Turki untuk menegakkan gencatan senjata di Suriah dan mendorong putaran baru perundingan damai Suriah di Kazakhstan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 29, 2016 13:35 Asia/Jakarta
  • Dukungan PBB untuk Deklarasi Moskow

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mendukung upaya Rusia, Iran dan Turki untuk menegakkan gencatan senjata di Suriah dan mendorong putaran baru perundingan damai Suriah di Kazakhstan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa de Mistura telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada Rabu (28/12/2016).

De Mistura menyatakan mendukung hasil yang dicapai dalam pertemuan Moskow antara menlu Rusia, Iran dan Turki terkait krisis Suriah. Ia mengatakan PBB siap memberikan kontribusi termasuk, penyusunan perjanjian antara pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata dengan tujuan gencatan senjata dan mengadakan pembicaraan di Astana.

Menteri Luar Negeri Rusia, Iran, dan Turki pada 20 Desember 2016 mengeluarkan Deklarasi Moskow untuk mendorong penyelesaian politik atas krisis di Suriah.

Deklarasi Moskow menegaskan dukungan Rusia, Iran dan Turki terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan dan integritas teritorial Suriah sebagai sebuah negara multi-etnis, multi-agama, non-sektarian, demokratis dan sekuler. Ketiga negara percaya bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik Suriah. Mereka mengakui peran penting PBB dalam upaya memecahkan krisis ini sesuai dengan resolusi 2254 Dewan Keamanan.

Transformasi terbaru di Suriah membuat kelompok-kelompok teroris dan para pendukung mereka terkejut. Pembebasan kota strategis Aleppo dapat dianggap sebagai sebuah titik balik dalam perimbangan kekuatan menumpas teroris di negara tersebut.

Rusia dan Iran memandang kemenangan di Aleppo melebihi dari sekedar kompetisi saat ini di kawasan. Sejak awal pecahnya konflik Suriah, Amerika Serikat yakin pemerintah Presiden Bashar al-Assad akan tumbang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, AS bersama Arab Saudi, Qatar dan Turki mendukung kelompok-kelompok teroris dan memperkuat mereka dengan senjata.

Kebijakan tebar krisis Saudi dan Qatar serta peran konstruktif Amerika di Suriah telah menciptakan bencana di negara itu dan kawasan.

Para penasihat Gedung Putih mengira bahwa dengan mendukung kelompok teroris, pemerintah sah Suriah akan mudah digulingkan. Namun, kesalahan perhitungan ini memiliki implikasi serius. Munculnya tragedi seperti, pembantaian rakyat Suriah oleh teroris Daesh dan Front al-Nusra, pengepungan kota-kota Suriah dan krisis pengungsi, merupakan hasil dari kebijakan para pengobar perang di negara itu. Pemerintah Turki juga ikut memperburuk krisis Suriah dengan kebijakan mereka.

Amerika bukannya meninjau kembali kebijakan kelirunya, tapi malah melanjutkan pengiriman senjata kepada kelompok-kelompok teroris di Suriah.

Seorang pejabat tinggi Iran Hossein Amir-Abdollahian, memperingatkan terhadap dampak dari mendukung teroris di Suriah, dan mengatakan bahwa bermain kartu terorisme sama saja dengan bermain api. Dia menekankan perundingan intra-Suriah adalah solusi politik terbaik untuk konflik yang melanda negara Arab selama hampir enam tahun.

Duta Besar Suriah untuk Bashar al-Jaafari dalam pertemuan di Tehran, Rabu kemarin, menegaskan bahwa krisis di Suriah bisa berakhir hanya jika masyarakat internasional mendukung pemerintah Damaskus dalam memerangi teroris.

Dukungan PBB terhadap Deklarasi Moskow merupakan jawaban atas kebijakan konfrontatif dan propaganda yang dilakukan oleh Amerika dan Saudi pasca pembebasan kota Aleppo. (RM)