Kongres AS dan Resolusi PBB anti-Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i30169-kongres_as_dan_resolusi_pbb_anti_israel
DPR Amerika Serikat menentang resolusi Dewan Keamanan PBB no.2334 mengenai kecaman terhadap pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jan 06, 2017 17:31 Asia/Jakarta
  • Kongres AS dan Resolusi PBB anti-Israel

DPR Amerika Serikat menentang resolusi Dewan Keamanan PBB no.2334 mengenai kecaman terhadap pembangunan distrik Zionis di wilayah Palestina.

Sebanyak 342 anggota DPR Amerika Serikat hari Kamis (5/1) memberikan suara setuju terhadap penentangan atas resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut. Sedangkan 80 anggota DPR lainnya memberikan suara menolaknya. para anggota DPR AS menilai kecaman PBB terhadap berlanjutnya pembangunan distrik Zionis oleh Israel di wilayah Palestina sebagai tindakan yang menghalangi perundingan damai.

Tampaknya, lobi Zionis memainkan peran penting atas keluarnya dukungan DPR AS terhadap pembangunan distrik Zionis, dan kecaman terhadap resolusi baru PBB no.2334. Sejatinya, Kongres AS selama ini memainkan peran sentral meloloskan bantuan finansial dan militer bagi rezim agresor Israel.

Kini, DPR AS yang dikuasai oleh partai Republik kembali menunjukkan kesetiaannya mendukung Israel, di saat publik dunia, bahkan PBB sendiri mengecam sepak terjang Tel Aviv yang senantiasa menyulut konflik dan pertumpahan darah.DPR AS bukan saja mengecam Dewan Keamanan PBB, bahkan mengutuk pemerintah AS dari kubu Demokrat yang akan berakhir masa jabatannya karena bersikap abstain terhadap resolusi no.2334.

Resolusi yang disahkan di DPR Amerika Serikat menegaskan bahwa sikap pemerintah AS yang menolak memveto resolusi Dewan Keamanan PBB anti-Israel mempersoalkan kebijkan satu dekade terakhir Washington dalam mendukung Tel Aviv. Bersamaan dengan DPR AS, presiden terpilih negara ini, Donald Trump juga mengecam pemerintahan Obama. Sebelumnya, Trump menyebut Dewan Keamanan PBB tidak adil terhadap Israel. Ia juga menyerang statemen menteri luar negeri AS, John Kerry mengenai pembangunan distrik Zionis.

Sebelumnya, Kerry menyebut pembangunan distrik Zionis sebagai hambatan besar bagi perdamaian Timur Tengah. Sementara itu, Trump berjanji kepada rezim Zionis akan mendukung Israel sejak awal masa jabatannya yang dimulai 20 Januari 2017. Statemen Trump ini menunjukkan sikap jelas pemerintahan baru AS terhadap rezim Zionis. Tentu saja, masalah ini akan membuat Tel Aviv semakin arogan dalam melanjutkan kebijakan ilegalnya membangun distrik Zionis di wilayah Palestina. Berlanjutnya masalah ini akan menyebabkan Israel semakin terkucil di arena internasional, meskipun pemerintahan baru AS di bawah kepemimpinan Trump akan mati-matian membelanya.(PH)