Pemindahan Kedutaan AS ke Al-Quds, Pengumuman Perang terhadap Umat Islam
Khatib Masjid Al-Aqsa mengatakan, pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Al-Quds merupakan pengumuman perang bukan hanya terhadap Palestina, tapi juga kepada bangsa Arab dan umat Islam.
Sheikh Ekrima Sa'id Sabri, mufti masjid Al-Aqsa dalam khutbah yang disampaikan di hadapan ribuan orang Palestina menyinggung berlanjutnya perampasan tanah orang-orang Palestina di Baitul Maqdis yang dipergunakan Israel untuk membangun dan memperluas distrik Zionis, dan dampak destruktif yahudisasi al-Quds.
Khatib Masjid Al-Aqsa mengecam perusakan rumah Palestina, termasuk yang terbaru terjadi di desa Um Hairan di Al-Naqab, dan menilainya sebagai aksi lalim dan rasis.
Di bagian lain khutbah Jumatnya, Sheikh Sabri memaparkan berlanjutnya penyerangan yang dilakukan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa, dan desakan ekstrimis Zionis terhadap Israel untuk membagi Masjid Al-Aqsa dari sisi tempat dan waktu.
"Umat Islam sangat sadar, dan tidak akan membiarkan pembagian Masjid Al-Aqsa, dan menggagalkan seluruh skenario musuh," ujar Sheikh Sabri dalam khutbahnya.
"Umat Islam dan bangsa Arab harus bertindak untuk menjegal keputusan AS yang akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke al-Quds," tegas mufti besar Palestina ini.
Presiden baru AS, Donald Trump di masa kampanye pemilunya menjanjikan kepada perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu akan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.(PH)