Bergantung pada Saudi, Ekonomi Bahrain Terancam Runtuh
-
Hamad bin Isa Al Khalifa
Menurut seorang pakar politik Bahrain, perekonomian negara itu terancam bahaya keruntuhan karena kekeliruan-kekeliruan rezim Al Khalifa dan dukungan pejabat negara itu terhadap rezim Al Saud.
Abdullah Al Ibrahimi, pakar politik Bahrain, Senin (23/1) dalam wawancara dengan Fars News menjelaskan, Bahrain sepenuhnya bergantung pada Arab Saudi dalam seluruh bidang politik dan ekonomi. Di antara negara-negara Arab, katanya, Bahrain adalah negara yang seratus persen bergantung pada rezim Al Saud.
Ia beranggapan, perekonomian Bahrain terguncang karena ketergantungannya pada ekonomi Saudi.
"Sejumlah negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Yordania adalah pengekor Saudi, namun mereka tidak menyerahkan perekonomiannya kepada Saudi, berbeda dengan Bahrain yang seolah-olah menjadi salah satu provinsi Saudi dan titik lemah pemerintahan Al Khalifa ini membuktikannya," kata Al Ibrahimi.
Ia menerangkan, pejabat pemerintah Al Khalifa menganggarkan hampir 30 persen anggaran negara Bahrain untuk menumpas dan mematikan revolusi di negara itu dan prosentase anggaran sebesar itu menciptakan banyak masalah bagi perekonomian Bahrain.
Al Ibrahimi menegaskan, revolusi Bahrain akan terus berlanjut sampai pemerintahan rezim Al Khalifa tumbang.
Rezim Al Khalifa dalam beberapa tahun terakhir menganggarkan dana raksasa untuk mempersenjatai kelompok-kelompok teroris di kawasan dan membiayai agresi militer Saudi ke Yaman. (HS)