Prioritas Hizbullah Lebanon, Perang Melawan Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32025-prioritas_hizbullah_lebanon_perang_melawan_israel
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem mengatakan, prioritas Hizbullah adalah berperang dengan rezim Zionis, dan konfrontasi dengan teroris yang menjadi alat Israel merupakan bagian dari perang ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 30, 2017 12:29 Asia/Jakarta
  • Prioritas Hizbullah Lebanon, Perang Melawan Israel

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem mengatakan, prioritas Hizbullah adalah berperang dengan rezim Zionis, dan konfrontasi dengan teroris yang menjadi alat Israel merupakan bagian dari perang ini.

"Setiap individu, kelompok atau negara yang berusaha memerangi Hizbullah atau memaksakan agenda Israel kepada kami, kami akan melawan mereka sebagai bagian yang tak terpisahkan dari konfrontasi dengan Zionis," tegas Syeikh Qassem dalam satu pernyataan, Ahad (29/1/2017) seperti dikutip IRNA.

Pihak tertentu berpendapat bahwa Hizbullah tidak boleh memerangi teroris di luar perbatasan Lebanon.

Dalam hal ini, Syeikh Qassem menuturkan, kelompok Takfiri ingin menduduki desa-desa dan distrik-distrik di Lebanon Utara serta membentuk berbagai katibah di negeri ini, lalu apakah kami harus menunggu sampai mereka masuk ke Lebanon?

"Pihak mana yang akan menjamin bahwa Israel dan teroris tidak akan kembali menduduki wilayah Lebanon. Oleh karena itu, Hizbullah harus mencerabut akar terorisme," tegasnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, Hizbullah pergi ke Suriah demi membela Lebanon, kubu perlawanan, umat dan masa depan anak-anaknya. Hizbullah melawan Zionis yang kali ini mengenakan jubah Takfiri.

"Alhamdulillah… Hizbullah membuat banyak kesuksesan besar dan mengikis akar Takfiri di Lebanon. Melalui konfrontasi, kami berhasil menggagalkan proyek-proyek Takfiri di Suriah dan menyemangati pihak lain agar juga menggagalkan konspirasi teroris di Irak," ucapnya.

Berkenaan dengan Bahrain, Syeikh Qassem mengatakan, apa yang terjadi di Bahrain termasuk eksekusi keji terhadap pemuda dan pencabutan status kewarganegaraan, merupakan pengkhianatan terhadap dunia dan lembaga-lembaga internasional.

"Beberapa negara yang mengaku membela HAM memilih diam terhadap kejahatan rezim Al Khalifa. Sejak enam tahun lalu sampai sekarang, para penguasa Bahrain aktif menumpas masyarakat," tambahnya.

Dalam merespon kejahatan Arab Saudi di Yaman, tokoh senior Hizbullah ini menandaskan, tidak ada orang waras di dunia yang menerima logika kriminal Saudi, di mana tidak segan-segan membunuh anak-anak dan perempuan Yaman, menghancurkan rumah sakit dan melakukan kejahatan keji.

Menurut Syeikh Qassem, Saudi sekarang menciptakan kelaparan di Yaman demi melawan anak-anak di negara itu, tapi lembaga-lembaga internasional tetap tidak berbuat sesuatu. (RM)