Meningkatnya Penindasan Rezim Al Khalifa terhadap Oposisi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32847-meningkatnya_penindasan_rezim_al_khalifa_terhadap_oposisi
Ribuan warga Bahrain menggelar unjuk rasa untuk memprotes penumpasan dan kekerasan yang dilakukan rezim Al Khalifa serta pelarangan penyelenggaraan prosesi pemakaman tiga jenazah aktivis Bahrain yang tewas di tangan aparat keamanan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 13, 2017 16:23 Asia/Jakarta
  • Meningkatnya Penindasan Rezim Al Khalifa terhadap Oposisi

Ribuan warga Bahrain menggelar unjuk rasa untuk memprotes penumpasan dan kekerasan yang dilakukan rezim Al Khalifa serta pelarangan penyelenggaraan prosesi pemakaman tiga jenazah aktivis Bahrain yang tewas di tangan aparat keamanan.

Menyusul pelarangan pelaksanaan prosesi pemakaman jenazah Ridha al-Ghasra (29), Mahmud Yusuf Habib Hasan Yahya (22) dan Mustafa Yusuf Abd Ali (35), masyarakat Bahrain akhirnya menggelar acara pemakaman mereka secara simbolis saja.

 

Para demonstran Bahrain pada Minggu, 12 Februari 2017 meneriakkan slogan-slogan anti-rezim Al Khalifa setelah aparat keamanan rezim ini menghalangi keluarga ketiga korban untuk menghadiri pemakaman mereka.

 

Sebelumnya, para ulama Bahrain dalam sebuah pernyataan, meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam prosesi pemakaman tiga warga negara ini yang dilakukan secara simbolis.

 

Seruan tersebut adalah respon terhadap tindakan rezim Al Khalifa yang menguburkan jenazah tiga aktivis politik negara itu tanpa penyelenggaraan prosesi pemakaman yang selayaknya dan tanpa kehadiran keluarga mereka.

 

Tiga pemuda tersebut adalah aktivis politik yang ditahan di penjara rezim Al Khalifa. Pihak berwenang rezim ini mengklaim bahwa mereka ditembak mati ketika berusaha melarikan diri dan keluar dari negara dengan menggunakan perahu.

 

Tujuh aktivis politik lainnya juga ditangkap dalam operasi penumpasan yang dilakukan oleh aparat keamanan rezim Al Khalifa.

 

Transformasi Bahrain menunjukkan bahwa langkah-langkah represif paling parah yang dilakukan rezim Al Khalifa terhadap rakyat negara ini sedang terjadi. Penangkapan dan pelaksanaan hukuman setiap harinya mencapai dimensi yang lebih luas dan semakin mengkhawatirkan.

 

Selama beberapa pekan terakhir, penumpasan berdarah terhadap oposisi semakin meluas. Hukuman mati terhadap tiga aktivis politik Bahrain atas tuduhan palsu dan pembunuhan tiga aktivis lainnya di sebuah peristiwa mencurigakan yang dirancang oleh anasir rezim Al Khalifa menunjukkan peningkatan kekejaman "mesin-mesin pembunuh" rezim ini terhadap oposisi.

 

Tindakan rezim Al Khalifa kian hari semakin menunjukkan peningkatan sikap represif dan otoriter rezim yang tidak berpikir solusi lain kecuali dengan kekerasan dan penumpasan serta tidak mematuhi norma-norma hukum apapun.

 

Kebijakan tangan besi dan perilaku brutal aparat keamanan rezim Al Khalifa tidak akan menghasilkan apapun kecuali meningkatnya tekad rakyat Bahrain untuk meraih hak dan tutuntan legal mereka.

 

Pemberlakuan hukuman zalim terhadap para aktivis politik Bahrain dan kelanjutannya terjadi ketika berbagai kelompok oposisi di negara ini menegaskan bahwa saat ini sekitar 10.000 orang dario oposisi mendekam di berbagai penjara rezim Al Khalifa.

 

150 orang dari tahanan politik itu dihukum penjara seumur hidup dan beberapa dari mereka dijatuhi hukuman mati. 150 anak juga berada di antara para tahanan politik. Sementara 200 tahanan mengalami cacat fisik akibat kekerasan dan penyiksaan di penjara.

 

Peningkatan kejahatan rezim Al Khalifa terhadap rakyat Bahrain merupakan upayanya untuk memadamkan kebangkitan rakyat di negara Arab Pesisir Teluk Persia ini. Namun tindakan tersebut alih-alih mengurangi kebangkitan rakyat Bahrain, namun justru meningkatkan semangkat mereka untuk mencapai hak-hak sahnya.

 

Gerakan Rakyat Bahrain melanjutkan tuntutan-tuntuannya untuk menggapai hak mereka. Mereka menggelar berbagai demonstrasi damai untuk merealisasikan hak-hak rakyat Bahrain.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa dengan berunjuk rasa damai. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini setiap hari menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain.

 

Penumpasan tersebut meningkat menjelang ulang tahun kebangkitan rakyat Bahrain. Berlanjutnya unjuk rasa anti-rezim Al Khalifa hingga tahun 2017 menunjukkan tekad serius rakyat Bahrain untuk menindaklanjuti kebangkitan mereka melawan rezim otoriter.

 

Dan yang pasti, kelanjutan penumpasan terhadap rakyat Bahrain tidak akan mampu mengurangi tekad dan keinginan rakyat negara ini untuk menggapai hak legal mereka. (RA)