Bahrain Cari Bantuan untuk Tutupi Defisit Anggaran
Menyusul tanggapan negatif Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, beberapa pejabat Bahrain bertolak ke Kuwait dan Qatar untuk mencari bantuan finansial guna menutupi defisit anggarannya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seperti dilansir Tasnim News mengutip situs berita al-Ahed Lebanon, setelah upaya pemerintah Manama untuk meminta bantuan finansial kepada Riyadh dan Doha gagal, Bahrain mengutus Salman bin Hamad Al Khalifa, Putra Mahkota Bahrain ke Kuwait dan Khalifa bin Salman Al Khalifa, Perdana Menteri negara ini ke Qatar.
Jawaban negatif UEA dan Arab Saudi serta penolakan kedua negara ini untuk memberikan bantuan lebih kepada Bahrain dianggap sebagai ketidakpedulian kepada kondisi rezim Al Khalifa.
Bahrain berharap kepada bantuan finansial Qatar ketika Isa bin Salman Al Khalifa, Raja negara ini menarik Duta Besarnya dari Doha menyusul dukunganya kepada Arab Saudi.
Selain itu, sengketa historis antara Bahrain dan Qatar telah menyebabkan hubungan kedua negara tegang.
Sebelumnya, Raja Bahrain meminta bantuan kepada UEA untuk menutup defisit anggaran negaranya, namun Abu Dhabi menolak memberikan segala bentuk bantuan baru.
Arab Saudi yang menghadapi persoalan keuangan akibat agresi militernya ke Yaman meminta Bahrain untuk mengurangi anggarannya.
Riyadh juga meminta Manama untuk mengatur anggaran berdasarkan kebijakan pengetatan ekonomi dan mengurangi gaji para pegawai.
Sebelumnya, lembaga analisis keuangan, Al Watany Bank yang merupakan salah satu pusat penting ekonomi di bagian selatan Teluk Persia melaporkan bahwa defisit anggaran Bahrain dibandingkan dengan volume produksi perkapita negara ini meningkat 17%. (RA)