Pusat HAM Bahrain Kritik Pemutusan Internet di al-Diraz
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33952-pusat_ham_bahrain_kritik_pemutusan_internet_di_al_diraz
Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Bahrain mengkritik gangguan yang dilakukan dengan sengaja terhadap jaringan internet di distrik al-Diraz dan menuntut penanganan terhadap langkah ilegal rezim Al Khalifa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 05, 2017 16:09 Asia/Jakarta
  • Pusat HAM Bahrain Kritik Pemutusan Internet di al-Diraz

Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Bahrain mengkritik gangguan yang dilakukan dengan sengaja terhadap jaringan internet di distrik al-Diraz dan menuntut penanganan terhadap langkah ilegal rezim Al Khalifa.

Seperti dilansir IRNA, Minggu (5/3/2017), Pusat HAM mengumumkan, langkah ilegal rezim Al Khalifa telah menyebabkan gangguan pada program harian warga distrik al-Diraz dan gangguan pada jaringan komunikasi negara ini.

 

Sekitar delapan bulan ini, rezim Al Khalifa memutus jaringan internet di al-Diraz, sebuah distrik tempat tinggal Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.

 

Selama delapan bulan lalu, al-Diraz juga diblokade oleh pasukan keamanann rezim Al Khalifa dan warga dilarang untuk keluar masuk ke wilayah ini.

 

Zeid Ra'ad al-Hassan, Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Bahrain mengungkapkan kekhawatiran atas penangkapan para pembela HAM dan aktivis politik di Bahrain.

 

Ia mengatakan, sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, Bahrain menjadi tempat tragedi penumpasan warga negara ini.

 

Berdasarkan lembaga-lembaga hukum Bahrain, pada tahun 2016 penindasan terhadap kebebasan umum, pelarangan untuk berekspresi dan berbagai penindasan terhadap rakyat Bahrain, terutama warga Syiah, meningkat.

 

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

 

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)