Ribuan Tahanan di Bahrain Mogok Makan
Wakil Ketua Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain mengabarkan mogok makan tak terbatas para tahanan di penjara pusat, Jaw untuk memprotes hak-hak dasar mereka yang dirampas hingga pemenuhan tuntutan-tuntutan sahnya.
"Lebih dari 1.000 tahanan di penjara Jaw mogok makan tak terbatas sejak hari Minggu dan menuntut solidaritas dari warga Bahrain, "kata Yousef Al-Muhafdah seperti dilansir IRNA.
Otoritas penjara Jaw mengurangi masa pertemuan tahanan dengan keluarga mereka menjadi satu jam.
Para sipir penjara juga membatasi pelayanan kesehatan kepada para tahanan dan pelaksanaan syiar-syiar agama mereka.
Di sisi lain, para pejabat keamanan Bahrain memanggil dan menginterogasi keluarga para tahanan penjara Jaw sebagai tindakan balasan atas keluhan dan protes mereka terhadap kondisi buruk para tahanan di penjara ini.
Menurut Zainab al-Khamis, seorang aktivis HAM, para pejabat kemananan Bahrain memperlakukan keluarga para tahanan secara provokatif dan tidak bermoral disebabkan keluhan mereka dan protes mereka atas kondisi buruk para tahanan.
Para tahanan di penjara Jaw juga menyampaikan keluhan kepada sekretariat advokasi tentang pelanggaran hak-hak mereka dan perilaku tidak manusiawi para pejabat keamanan Bahrain.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. (RA)