Kemandulan Liga Arab
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34120-kemandulan_liga_arab
Pertemuan para menlu negara-negara anggota Liga Arab pada Selasa (07/3/2017) digelar di Mesir tanpa kehadiran sejumlah menlu dari negara-negara pesisir Teluk Persia, kembali mempertontonkan dalamnya perselisihan dan juga perbedaan politik di lembaga Arab itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 08, 2017 16:56 Asia/Jakarta
  • KTT Liga Arab
    KTT Liga Arab

Pertemuan para menlu negara-negara anggota Liga Arab pada Selasa (07/3/2017) digelar di Mesir tanpa kehadiran sejumlah menlu dari negara-negara pesisir Teluk Persia, kembali mempertontonkan dalamnya perselisihan dan juga perbedaan politik di lembaga Arab itu.

Sikap standar ganda Liga Arab di hadapan Liga Arab terkait krisis serius di negara-negara Arab juga memperlihatkan fakta bahwa ketidakrapian dan ketidakdisiplinan lembaga ini di bidang politik dan internasional.

 

Perundingan para menlu Liga Arab itu digelar di saat Arab Saudi, Bahrain, Kuwait dan Qatar tidak mengirim delegasinya dan hanya Ahmad Qahtan, Duta Besar Saudi untuk Kairo,  yang menghadiri konferensi itu mewakili Menlu Adel Al-Jubeir.

 

Kosongnya banyak kursi negra-negara Arab Teluk Persia dalam konferensi Liga Arab menguak dalamnya perselisihan dan ketidakkompakan liga Arab. Sebuah lembaga yang secara lahiriyah menjadi simbol persatuan negara-negara Arab dalam mewujudkan perdamaian, stabilitas dan kerjasama lebih erat di segala bidang. Akan tetapi lembaga ini tidak memiliki pengaruh dan kekuatan sama sekali serta bahkan menjadi alat untuk segelintir negara seperti Arab Saudi. Sebuah lembaga yang kerap hanya merasa cukup dengan merilis pernyatan dan deklarasi terkait krisis penting di kawasan termasuk Palestina, Suriah, Yaman dan Libya.

 

Para menlu Arab pada pada konferensi ke-140 Liga Arab itu tidak memberikan solusi praktis dan hanya berslogan mengharapkan langkah kolektif dan luas dalam pembentukan negara Palestina.

 

Mereka juga bahkan hanya merilis kecaman verbal terhadap serangan dan agresi berkesinambungan para pemukim distrik Zionis ke Masjid Al-Aqsa dan menilainya sebagai garis merah. Sikap-sikap pamer dan sandiwara Liga Arab ini terkait krisis Palestina sedemikian rupa sehingga memancing protes sejumlah anggota Liga Arab yang diutarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Irak. Dikatakannya bahwa orasi dan deklarasi di hadapan krisis Palestina harus dihentikan dan harus ada solusi praktis.

 

Sesuai politik standar ganda Liga Arab pada konferensi tersebut, permintaan Menlu Irak, Ibrahim Jafari, itu tidak dijadikan agenda dalam konferensi di Kairo. Pada pembukaan konferensi tersebut, Menlu Irak menuntut penghentian penangguhan keanggota Suriah.

 

Menyikapi tidak dibahasnya permintaan dari Irak itu, Sekjen Liga Arab, Ahmad Abulgheit, kepada para wartawan usai konferensi mengatakan, "Persyaratan yang ditentukan oleh Liga Arab soal penangguhan keanggota Suriah di Liga Arab masih belum terpenuhi."

 

Liga Arab bahkan tidak menunjukkan sikap dalam mendukung rakyat Suriah di hadapan serangan para teroris. Lembaga ini juga menutup mata akan aksi-aksi kejahatan sejumlah penguasa Arab bersama sejumlah pemerintah non-Arab dalam menebar makar di Suriah.(MZ)