Hizbullah Kritik Laporan Sekjen PBB
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37678-hizbullah_kritik_laporan_sekjen_pbb
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengkritik laporan terbaru PBB yang menyudutkan Hizbullah dan menyebutnya sebagai lembaga yang memihak rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
May 16, 2017 09:12 Asia/Jakarta
  • Sheikh Naim Qassim, Wakil Sekjen Hizbullah
    Sheikh Naim Qassim, Wakil Sekjen Hizbullah

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengkritik laporan terbaru PBB yang menyudutkan Hizbullah dan menyebutnya sebagai lembaga yang memihak rezim Zionis Israel.

Sheikh Naim Qassim dalam pertemuannya dengan Sigrid Kaag, Utusan Khusus PBB untuk Lebanon di Beirut, Senin (15/5/2017), mengkritik laporan Antonio Guterres, Sekjen PBB tentang resolusi nomor 1559 yang disetujui tahun 2004.

"Laporan Sekjen PBB adalah laporan permusuhan terhadap Hizbullah dan tidak ada hubungannya dengan resolusi 1559, sebab, laporan ini sepenuhnya selaras dengan pendekatan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), "kata Sheikh Qassim seperti dilansir IRNA.

Sekjen PBB dalam laporannya beberapa bulan lalu mengklaim bahwa senjata Hizbullah bisa mengancam kekuatan pemerintah Lebanon dan hal ini bertentangan dengan komitmen negara ini dalam resolusi 1559 dan 1701.

Wakil Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengatakan, laporan Sekjen PBB merupakan upaya pengecut untuk menyulut perpecahan di antara rakyat Lebanon dan memprovokasi masyarakat untuk anti-Hizbullah.

Sheikh Qassim menjelaskan, kami memahami bahwa ekspresi permusuhan terhadap Hizbullah yang diulang beberapa kali dalam laporan ini menunjukkan kebencian kekuatan-kekuatan hegemonik terhadap berbagai kemenangan Hizbullah dan poros perlawanan yang menghilangkan hambatan politik dan internasional serta memukul kelompok-kelompok Takfiri dan menggagalkan proyek Timur Tengah Baru.

"Selama Sekjen Hizbullah mendengarkan dikte AS melalui perwakilan negara ini, maka ia tidak akan mampu berperan netral dan pembaharu di kawasan, dan misinya akan tercampur dengan pembelaan kepada kepentingan Israel, " pungkasnya. (RA)