Reaksi PBB terhadap Kejahatan Zionis di Palestina
Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah mengecam kejahatan warga Zionis yang membunuh seorang pemuda Palestina dan melukai seorang lainnya di dekat kota Nablus, utara Tepi Barat, dan menuntut penyelidikan segara insiden tersebut serta menyeret pelakunya ke pengadilan.
Nikolay Mladenov dalam pernyataannya mengatakan, saya mengecam terbunuhnya seorang warga Palestina oleh warga distrik Israel dan terlukanya kameraman salah satu media di Tepi Barat.
Ia menambahkan, penyelidikan yang diperlukan harus segera dilakukan terhadap insiden yang patut disesali ini, dan semua tersangka harus diadili.
Naftali Bennett, Menteri Pendidikan rezim Zionis Israel menyerukan permintaan maaf atas insiden itu dan menilai kecaman Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah sebagai tindakan yang tidak benar.
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa Muataz Hussein Bani Shamsah, 23 tahun, ditembak mati oleh seorang warga distrik Zionis di Hawara, dekat kota Nablus. Seorang fotografer dari the Associated Press bernama Majdi Shtayyeh juga terluka dalam insiden tersebut dan telah dirawat di rumah sakit Rafidiyya di Nablus.
Bersamaan dengan meningkatnya pembangunan distrik Zionis di berbagai wilayah Palestina sejak awal tahun 2017, penyerangan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh warga distrik Zionis meningkat.
Distrik-distrik Zionis dianggap seperti pangkalan militer dan unit-unit khusus Israel untuk menumpas warga Palestina. Melalui pembangunan distrik-distrik Zionis, Tel Aviv memajukan kebijakan represif dan kekerasannya terhadap rakyat Palestina.
Para pejabat Israel juga berusaha mempersenjatai warga distrik Zionis sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan penumpasan terhadap warga Palestina.
Beberapa waktu lalu, surat kabar Zionis, Haaretz menulis bahwa Departemen Keamanan Internal Israel telah menyetujui fasilitasi lebih bagi penduduk distrik Zionis di seluruh Tepi Barat dan Baitul Maqdis terkait izin penggunaan senjata api.
Pejabat-pejabat Israel juga telah membagikan puluhan ribu pucuk senjata kepada warga di distrik-distrik Zionis yang dibangun di wilayah Palestina pendudukan untuk membantu menumpas rakyat Palestina.
Rezim Zionis mempersenjatai penduduknya di berbagai distrik Zionis di Palestina dan menempatkan pasukan militer di distrik-distrik itu dengan dalih menjaga keamanan. Namun faktanya, mereka dimanfaatkan untuk meningkatkan kebijakan represif dan kekerasan terhadap warga Palestina.
Menurut laporan beberapa media, para pejabat Israel telah menyusun program untuk melatih dan mempersenjatai penduduk Zionis dengan tujuan memanfaatkan potensi dan kapasitas mereka untuk membantu menumpas rakyat Palestina. Hal ini terlihat dari gerakan luas Zionis untuk meningkatkan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina.
Israel memanfaatkan penduduknya untuk memperluas kekerasan terhadap warga Palestina dan mempersenjatai mereka untuk menyerang berbagai wilayah Palestina, di mana tindakan kekerasan warga Zionis terhadap warga Palestina selalu memperoleh dukungan dari aparat keamanan Israel.
Para pejabat Tel Aviv juga mengintensifkan peningkatan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina dengan tujuan untuk menciptakan ketakutan dan tekanan sehingga mereka akan meninggalkan rumah-rumahnya. Selain itu, tindakan tersebut bertujuan untuk mengubah susunan demografi wilayah Palestina yang menguntungka Israel.
Namun perlu diketahui bahwa kebijakan represif rezim Zionis akan menjadi persoalan serius bagi rezim ilegal ini. Mempersenjatai warga Zionis dan memberikan izin kepada mayoritas penduduk Israel untuk membawa senjata api akan berubah menjadi masalah serius bagi Tel Aviv. Sebab, banyak masyarakat Israel terlibat dalam berbagai pelanggaran dan kejahatan.
Rezim Zionis adalah rezim ilegal, represif, penjajah dan haus perang. Rezim ini juga berdiri di atas kekerasan dan pembunuhan. Oleh karena itu, mempersenjatai penduduk Zionis akan menyebabkan peningkatan kejahatan dan ketidakamanan.
Meluasnya penggunaan senjata api di masyarakat Israel sebenarnya merupakan refleksi dari tindakan jahat rezim Zionis terhadap bangsa-bangsa di kawasan. Meningkatnya kejahatan rezim penjajah al-Quds mengharuskan PBB untuk mengambil langkah serius guna menghentikan kejahatan ini dan mencegah tragedi di Palestina. (RA)