Pejabat Kurdistan Minta Israel Tengahi Sengketa dengan Irak
-
Kurdistan dan Irak
Sejumlah pejabat wilayah Kurdistan, Irak dalam beberapa pekan terakhir bertolak ke wilayah pendudukan untuk meminta rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat menengahi sengketa Erbil-Baghdad terkait referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak.
Fars News (15/8) mengutip surat kabar Israel, The Jerusalem Post melaporkan, Ksenia Svetlova, salah satu anggota parlemen Israel, Knesset mengatakan, sejumlah pejabat Kurdistan yang berkunjung ke Tel Aviv meminta mediasi Israel dan Amerika untuk mendukung referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak.
Ia menambahkan, penyelenggaraan referendum di Kurdistan, Irak seratus perses menguntungkan Israel.
Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sebelumnya, dalam pertemuan dengan sebuah delegasi Kongres Amerika menyatakan dukungannya atas referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak.
Amerika juga menyetujui penyelenggaraan referendum itu, tapi menganggap waktu pelaksanaannya yaitu tanggal 25 September 2017, tidak tepat.
Pemerintah Irak, tokoh agama dan para pemimpin kelompok politik serta suku, berulangkali mengumumkan penentangannya atas referendum pemisahan diri Kurdistan dari Irak. (HS)