Suriah Temukan Bahan Kimia dan Amunisi Buatan Turki, Inggris dan AS
-
Faisal Mekdad, Wamenlu Suriah
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan, dalam operasi pembebasan beberapa wilayah di Suriah telah ditemukan dan disita bahan kimia buatan Turki dan amunisi berisi bahan kimia produksi Inggris dan Amerika Serikat.
"AS, Inggris dan sekutuya melanggar undang-undang pelarangan senjata kimia dan mereka mempersenjatai kelompok-kelompok teoris dengan bahan kimia," kata Faisal Mekdad seperti dilansir Alalam, Rabu (16/8/2017).
Ia juga mengabarkan kunjungan Tim Pencari Fakta ke Damaskus dalam beberapa hari mendatang untuk menyelidiki kasus serangan kimia sebuah distrik di Suriah.
"Pemerintah Suriah telah melakukan penyelidikan tentang serangan kimia di distrik Khan Shaykhun di Provinsi Idlib," ujarnya.
Wamenlu Suriah menegaskan, hingga sekarang belum ada negara manapun dari Barat yang meminta kunjungan delegasi dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) ke distrik Khan Shaykhun.
"Pemerintah Suriah menyiapkan semua fasilitas yang diperlukan untuk Tim Pencari Fakta," pungkasnya.
Pada awal April 2017, milisi bersenjata dan teroris mengabarkan terjadinya serangan kimia di Khan Shaykhun yang merenggut nyawa sedikitnya 60 orang.
Media-media Barat dan Arab yang selaras dengan kepentingan teroris, menuding pemerintah Suriah terlibat dalam serangan kimia tersebut. Namun pemerintah Damaskus membantah tudingan itu dan mengumumkan kesiapannya untuk melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. (RA)