Menlu Bahrain Reaksi Pidato Emir Qatar di PBB
-
Menlu Bahrain
Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmad Al Thani saat mereaksi pidato Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, "Kwartet Arab (Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir dan Arab Saudi) menghendaki Qatar menyerah dan tidak ingin mengancam kedaulatan negara ini."
Emir Qatar hari Selasa (19/9) di sidang Majelis Umum PBB seraya menyebut ilegal blokade negaranya oleh Arab Saudi dan sekutunya menjelaskan, blokade ilegal dan sanksi telah melanggar ketentuan Hak Asasi Manusia (HAM) yang paling mendasar seperti hak bekerja, pendidikan dan bepergian.
Seperti dilaporkan MNA hari Kamis (21/9), Khalid bin Ahmad Al Thani saat diwawancarai televisi Rusia al-Youm mengatakan, jika kwartet Arab menarget jaringan televisi Aljazeera milik Qatar, ini dikarenakan televisi tersebut telah keluar dari misi medianya dan menarget Arab Saudi beserta sekutunya.
Khalid bin Ahmad menolak memberikan komentar dan keterkaitan dengan pertemuan kubu oposisi Qatar di London. "Terlalu dini untuk berbicara mengenai apakah Qatar diundang atau tidak di KTT para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) di Kuwait bulan Desember mendatang," paparnya.
Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain sejak 5 Juni 2017 memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, menjatuhkan sanksi dan menutup perbatasan darat, udara dan luat dengan Doha karena Qatar dinilai tidak tunduk pada arus Arab pimpinan Riyadh. (MF)