AS Hentikan Gaji Peshmerga Kurdistan Irak
-
Pasukan Peshmerga Kurdistan Irak
Pejabat Kurdistan Iran menyatakan AS tidak memperpanjang kontrak pembayaran gaji bulanan 36.000 pasukan Peshmerga Kurdi.
Sebelumnya, pemerintah AS di era Presiden Barack Obama sejak Juli 2016 sepakat untuk memberikan gaji bulanan kepada 36.000 tentara Peshmerga Kurdi yang berperang menghadapi kelompok teroris Daesh.
Situs Kurdpress hari Jumat (6/10/2017) melaporkan, Direktur Koordinasi Pasukan Peshmerga Kurdistan Irak, Hezer Omer Esmail kepada Almonitor mengatakan, Dijadwalkan nota kesepakatan baru antara Kurdistan Irak dan AS ditandatangani, tapi AS menolak untuk melanjutkannya karena masalah referendum.
Rencananya, kesepakatan yang berakhir September 2017 ini akan diperpanjang, tapi dialog antara Arbil dan Washington mengenai masalah gaji pasukan Peshmerga dihentikan.
Meskipun menghadapi penentangan dari berbagai kalangan di tingkat regional dan internasional, referendum pemisahan diri Kurdistan dari pemerintah pusat Irak tetap digelar pada 25 September 2017.
Referendum atas inisiatif Masoud Barzani ini bertentangan dengan undang-undang dasar Irak dan aturan internasional.(PH)