Presiden Irak: Pelaksanaan Referendum, Penyebab Perselisihan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46074-presiden_irak_pelaksanaan_referendum_penyebab_perselisihan
Presiden Irak mengajak penduduk kota Kirkuk untuk menahan diri dan menghormati hukum. Menurutnya, pelaksanaan referendum pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak sebagai penyebab munculnya konflik.
(last modified 2026-03-21T17:31:19+00:00 )
Okt 18, 2017 05:07 Asia/Jakarta
  • Fuad Masum, Presiden Irak.
    Fuad Masum, Presiden Irak.

Presiden Irak mengajak penduduk kota Kirkuk untuk menahan diri dan menghormati hukum. Menurutnya, pelaksanaan referendum pemisahan wilayah Kurdistan dari Irak sebagai penyebab munculnya konflik.

"Pelaksanaan referendum di Kurdistan Irak telah menimbulkan perselisihan," kata Fuad Masum dalam pernyataanya yang disiarkan televisi Irak pada Selasa (17/10/2017) petang seperti dilansir FNA.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan upaya untuk kembali kepada dialog antara Erbil dan Baghdad dalam kerangka konstitusi guna menyelesaikan konflik.

"Menumpuknya perselisihan akan merugikan bagi semua dan masa depan Irak," ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan pasukan Peshmerga terhadap kota Kirkuk tidak bertentangan dengan konstitusi Irak.

Di bagian lain pernyataannya, Presiden Irak mengapresiasi langkah-langkah Ayatullah al-Udzma Sayid Sistani, Marja' Besar Taklid di Irak.

Sementara itu, jaringan Kurdi, Rudaw melaporkan bahwa Masoud Barzani, Pemimpin Kurdistan Irak pada Selasa petang mengeluarkan pernyataan bahwa transformasi Kirkuk pada Senin merupakan hasil dari keputusan sepihak sejumlah orang di wilayah Kurdistan, namun ia tidak menyebutkannya.

Barzani mengklaim bahwa Kurdistan akan mempertahankan identitasnya dan upaya ini tidak akan sia-sia. Ia meyakinkan penduduk Kurdi bahwa ia akan mempertahakan prestasi tersebut.

Bersamaan dengan masuknya pasukan Irak ke kota Kirkuk dan mundurnya pasukan Peshmerga dari kota ini, Partai Demokratik Kurdistan Irak yang dipimpin oleh Barzani menuding pasukan Peshmerga Uni Patriotik Kurdistan Irak berkhianat.

Pasukan Irak pada Senin dini hari memulai operasi untuk merebut kontrol kota Kirkuk dan ladang-ladang minyak di wilayah ini, dimana hingga sekarang mereka telah berhasil merebut banyak wilayah di Kirkuk. (RA)