Ali Abdullah Saleh: Perang di Yaman, Perang Saudi-Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46363-ali_abdullah_saleh_perang_di_yaman_perang_saudi_yaman
Mantan Presiden Yaman mengatakan, perang yang terjadi di Yaman saat ini bukan perang di antara pihak-pihak Yaman namun perang antara Arab Saudi dan Yaman.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Okt 29, 2017 16:02 Asia/Jakarta
  • Ai Abdullah Saleh, Ketua Partai Kongres Nasional Yaman.
    Ai Abdullah Saleh, Ketua Partai Kongres Nasional Yaman.

Mantan Presiden Yaman mengatakan, perang yang terjadi di Yaman saat ini bukan perang di antara pihak-pihak Yaman namun perang antara Arab Saudi dan Yaman.

Ali Abdullah Saleh mengatakan hal itu dalam pidatonya di hadapan para pemimpin Partai Kongres Nasional Yaman pada Sabtu (28/10/2017).

Ia menilai segala bentuk perang internal (perang saudara) di antara kelompok-kelompok di Yaman sebagai tertolak.

"Para pejabat Riyadh dengan bantuan orang-orang bayarannya mengobarkan perang antara Arab Saudi dan Yaman untuk membagi wilayah negara ini," imbuhnya.

Ketua Partai Kongres Nasional Yaman itu lebih lanjut menuding Arab Saudi berupaya untuk membagi wilayah Yaman dalam perang saudara pada tahun 1994.

Salehi menjelaskan, Arab Saudi menggunakan orang-orang bayarannya seperti Abd Rabbuh Mansur Hadi, Presiden Yaman –yang telah mengundurkan diri dan tidak memiliki kredibilitas di negara ini– untuk membagi wilayah Yaman.

Ia juga menegaskan pentingnya untuk menjaga persatuan dan penguatan front internal Yaman dalam menghadapi agresi militer Arab Saudi.

"Revolusi Yaman untuk menghadapi Arab Saudi sebagai musuh bersejarah rakyat Yaman akan berlanjut," pungkasnya.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman, sementara blokade pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)