Al Khalifa Bahrain Terus Keluarkan Oposisi dari Panggung Politik
-
Bahrain
Juru bicara Gerakan Kebenaran Bahrain menilai tujuan rezim Al Khalifa membubarkan gerakan revolusioner negara ini adalah kelanjutan penumpasan dan pelanggaran.
Abdul Ghani Khanjar, aktivis politik dan jubir Gerakan Kebenaran Bahrain, pada Senin (30/10/2017) dalam wawancaranya dengan Rasa News, menyinggung ketetapan pembubaran Komunitas al-Wa'ad dan penyitaan aset-asetnya atas tuduhan infaktual seperti penistaan terhadap undang-undang dasar seraya mengatakan, menyusul perlawanan para aktivis politik di hadapan instruksi dan perintah rezim Al Khalifa, rezim ini menetapkan hukuman untuk gerakan revolusioner dan lembaga HAM Bahrain, demi menutupi kegagalannya.
Aktivis revolusioner Bahrain ini menyinggung kegagalan rezim Al Khalifa untuk menyusup di antara para pemimpin gerakan revolusi negara ini melalui penunjukkan anasir-anasir afiliasi rezim dan mengatakan, para penguasa Bahrain dengan menindak, menangkap, memenjarakan, mencabut kewarganegaraan dan mengasingkan para tokoh oposisi, berusaha membungkam segala bentuk penentangan di negara ini.
Khanjar mengingatkan kembali bahwa pembubaran Komunitas al-Wa'ad Bahrain setelah Komunitas al-Amal al-Islami serta Komunitas Nasional al-Wefaq karena perlawanan mereka di hadapan ketamakan rezim Al Khalifa, merupakan upaya para penguasai Bahrain untuk mempertahankan kekuasaan mereka dengan mengusir seluruh kelompok politik penentang keluar dari panggung.
Sejak Februari 2011, Bahrain menjadi ajang demonstrasi damai rutin anti-rezim Al Khalifa. Rakyat Bahrain menuntut kebebasan, keadilan, pemberantasan diskriminasi serta pembentukan pemerintahan demokratis.(MZ)