Untuk ke-69 kalinya, Rezim Al Khalifa Larang Shalat Jumat
-
Distrik al-Diraz, Bahrain.
Aparat keamanan rezim Al Khalifa untuk ke-69 pekan secara berturut-turut melarang pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Imam Shadiq as di distrik al-Diraz yang diblokade.
Mereka ditempatkan di sekitar Masjid Imam Shadiq as untuk mencegah pelaksanaan Shalat Jumat warga Bahrain di distrik tersebut.
Menurut Rasa News mengutip sumber-sumber Bahrain, menyusul pelarangan Shalat Jumat di Masjid Imam Shadiq as di distrik al-Diraz pada Jumat (10/11/2017), para jemaah shalat terpaksa melaksanakan shalat sendiri-sendiri.
Ayatullah Sayid Abdullah al-Gharifi, salah seorang ulama Bahrain yang berada di tengah-tengah para jamaah shalat di Masjid Imam Shadiq as, menyinggung upaya musuh untuk menciptakan perpecahan di antara negara-negara Muslim.
Ia menyerukan perluasan perdamaian dan persahabatan di dunia. Ulama Bahrain itu juga menilai ekstremisme sebagai salah satu bahaya bagi masyarakat Islam.
"Tujuan musuh menciptakan finah di antara umat Islam adalah memecah belah, mendominasi, melemahkan dan mengurangi martabat dan kemuliaan negara-negara Muslim," pungkasnya.
Pada Juni 2016, rezim Al Khalifa mengadili dan menghapus kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim serta memblokade al-Diraz, tempat tinggal ulama besar Syiah Bahrain itu. Aparat keaman rezim Al Khalifa juga melarang pelaksanaan Shalat Jumat di wilayah tersebut. (RA)